FBI mengeluarkan peringatan publik mengenai penipuan virtual kidnapping, di mana pelaku kriminal memanipulasi foto dari media sosial untuk dijadikan bukti palsu seolah-olah korban benar-benar diculik.
Modus Operandi
- Penipu menghubungi korban melalui SMS atau pesan teks, mengklaim telah menculik anggota keluarga.
- Mereka menuntut uang tebusan dengan ancaman kekerasan jika tidak segera dibayar.
- Untuk meyakinkan korban, pelaku mengirim foto atau video yang tampak asli, namun sebenarnya hasil manipulasi dari gambar publik di media sosial.
- Jika diperiksa lebih teliti, foto/video tersebut sering menunjukkan ketidaksesuaian dengan foto asli orang yang diklaim sebagai korban.
Rekomendasi FBI
- Jangan berikan informasi pribadi kepada orang asing, terutama saat bepergian.
- Gunakan kode rahasia keluarga untuk verifikasi komunikasi darurat.
- Waspada saat berbagi informasi orang hilang di internet, karena bisa dimanfaatkan penipu.
- Simpan bukti digital: ambil screenshot atau rekam foto/video bukti kehidupan yang dikirim penipu, karena sering dikirim dengan fitur pesan berjangka waktu untuk membatasi analisis.
Catatan Tambahan
- FBI menegaskan bahwa penipuan ini tidak melibatkan penculikan nyata, melainkan skenario palsu untuk menekan korban agar segera membayar.
- Belum ada data resmi jumlah laporan ke Internet Crime Complaint Center (IC3), namun ditemukan beberapa kasus di mana penipu bahkan memalsukan nomor telepon anggota keluarga untuk memperkuat klaim mereka.
Sumber: FBI, BleepingComputer
