HP Siap Naikkan Harga dan Turunkan Spesifikasi Akibat Lonjakan Biaya Memori

Krisis memori global kembali memukul industri PC. HP memperingatkan bahwa harga perangkat mereka kemungkinan akan naik tahun depan—atau, sebagai alternatif yang tidak kalah pahit, beberapa model PC terpaksa dikirim dengan kapasitas RAM lebih rendah. Peringatan ini muncul setelah harga DDR5 melonjak lebih dari 200% dalam beberapa pekan terakhir, dipicu oleh kelangkaan pasokan memori yang semakin parah.

CEO HP, Enrique Lores, menjelaskan kepada investor bahwa perusahaan masih memiliki cadangan RAM yang cukup untuk paruh pertama tahun fiskal, yang dimulai bulan ini. Namun, mulai Mei 2026, biaya produksi diprediksi meningkat tajam. Untuk mengimbangi kenaikan tersebut, HP tengah menyiapkan beberapa langkah, termasuk:

Lores menegaskan bahwa dampak terbesar akan terasa pada kategori PC kelas bawah, yang sangat sensitif terhadap perubahan harga komponen.

Situasi ini bukan hanya menekan HP. Produsen PC lain juga sudah mengambil langkah serupa. CyberPowerPC akan menaikkan harga semua SKU mulai 7 Desember 2025, setelah harga RAM naik hingga 500% dan SSD naik hingga 100%. MAINGEAR juga memperingatkan bahwa harga akan terus merangkak naik dan waktu tunggu semakin panjang seiring tersendatnya pasokan.

Bahkan Framework, yang selama ini terkenal ramah perbaikan, kini tak lagi menawarkan RAM secara mandiri—semua modul DDR4 dan DDR5 SODIMM di marketplace mereka kini hanya bertuliskan “coming soon”.

Dengan krisis DRAM dan NAND flash yang menunjukkan sedikit sekali tanda pemulihan, para analis memperkirakan tekanan harga ini akan berlangsung lama. Industri PC tampaknya memasuki era baru: komponen lebih mahal, dan pilihan upgrade yang makin terbatas.

Sumber: PC Mag

Exit mobile version