Federasi Sepak Bola Prancis Umumkan Kebocoran Data Setelah Serangan Siber

Federasi Sepak Bola Prancis atau French Football Federation (FFF) mengonfirmasi telah mengalami kebocoran data setelah pelaku ancaman berhasil menyusup ke dalam perangkat lunak manajemen administratif yang digunakan klub-klub sepak bola di negara tersebut. Penyusupan ini terjadi melalui sebuah akun yang telah dikompromikan.
Begitu akses tidak sah terdeteksi, tim keamanan FFF segera menonaktifkan akun tersebut dan melakukan reset kata sandi untuk seluruh pengguna di sistem, guna mencegah penyalahgunaan lebih lanjut. Namun, sebelum para penyerang berhasil diusir, mereka sempat mencuri data pribadi anggota klub sepak bola di Prancis.
Informasi yang Terekspos
Menurut pernyataan resmi, kebocoran terbatas pada informasi berikut:
- Nama depan dan nama belakang
- Jenis kelamin
- Tanggal dan tempat lahir
- Kebangsaan
- Alamat rumah
- Alamat email
- Nomor telepon
- Nomor lisensi anggota
Meskipun tidak ada indikasi bahwa data finansial atau kredensial akun dicuri, informasi yang terekspos dapat dimanfaatkan dalam serangan phishing atau rekayasa sosial.
Tindakan Kepatuhan dan Mitigasi
Sesuai regulasi perlindungan data Uni Eropa, FFF telah:
- Mengajukan pengaduan pidana
- Memberitahu ANSSI (Badan Keamanan Siber Nasional Prancis)
- Melaporkan insiden ke CNIL, otoritas perlindungan data negara tersebut
FFF juga akan menghubungi langsung setiap individu yang alamat emailnya terdapat dalam basis data yang terekspos. Organisasi tersebut mengimbau seluruh anggota agar tetap waspada terhadap pesan yang tampak berasal dari FFF, klub mereka, atau pihak lain yang mengatasnamakan lembaga terkait.
Imbauan untuk Anggota Klub
FFF memperingatkan anggotanya untuk berhati-hati terhadap:
- Pesan yang meminta membuka lampiran
- Permintaan kredensial akun, kata sandi, atau informasi perbankan
- Komunikasi mencurigakan yang mengaku dari FFF atau klub sepak bola setempat
Federasi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat keamanan sistem dan data yang dikelola, mengingat peningkatan serangan siber yang semakin kompleks.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya gelombang kebocoran data di Prancis, termasuk kasus serupa yang dialami layanan sosial Pajemploi awal bulan ini, yang berdampak pada sekitar 1,2 juta individu.
Sumber: French Football Federation








