Platform gim Roblox kembali menjadi sorotan setelah pernyataan kontroversial dari CEO-nya, David Baszucki, dalam sebuah wawancara terbaru dengan The New York Times. Wawancara tersebut awalnya membahas upaya terbaru Roblox untuk meningkatkan keselamatan pengguna—termasuk fitur AI facial age estimation yang dirancang untuk mencocokkan pengguna dalam ruang obrolan berdasarkan rentang usia.
Namun percakapan berubah ketika Baszucki ditanya mengenai kemungkinan penerapan fitur seperti mikrotransaksi, lootbox, atau mekanik yang menyerupai judi bagi pengguna di masa depan. Jawabannya membuat banyak pihak terkejut.
“Kami mungkin harus melakukannya,” ujar Baszucki
Saat ditanya tentang peluang memasukkan elemen menyerupai lootbox atau apa yang disebut jurnalis sebagai “kid gambling,” Baszucki menyatakan bahwa dirinya percaya Roblox “akan harus melakukan itu” pada suatu titik.
Ketika reporter memberikan keberatan terkait potensi risiko bagi anak-anak, Baszucki melanjutkan dengan menyebut mekanik semacam itu sebagai “ide brilian jika dilakukan secara edukatif dan legal.” Ia menekankan bahwa pendekatan tersebut tidak bertujuan melibatkan anak secara finansial dalam perjudian, tetapi lebih kepada meniru mekanisme yang ada di dunia nyata.
Pernyataan ini memunculkan kekhawatiran baru mengingat Roblox memiliki basis pengguna yang sangat muda dan telah berulang kali menghadapi kritik terkait keselamatan anak, perilaku predator, hingga lingkungan transaksi digital yang rawan disalahgunakan.
Kekhawatiran atas Mekanik Lootbox dan Potensi Adiksi
Penelitian yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya keterkaitan antara paparan mekanik judi di video game dengan peningkatan risiko adiksi saat dewasa. Hal ini menjadi perhatian khusus ketika gim menampilkan elemen yang meniru suasana dunia perjudian nyata—mulai dari efek suara hingga visual ala kasino.
Selain itu, microtransactions dan sistem lootbox juga sering mendapat kritik karena dianggap manipulatif dan berpotensi menjadi praktik eksploitasi ekonomi, terutama dalam gim yang melibatkan anak-anak.
Roblox dan Tantangan Keselamatan Anak
Dengan basis pengguna yang sebagian besar terdiri dari anak dan remaja, Roblox berada dalam tekanan publik dan regulasi untuk memperketat perlindungan pengguna. Fitur baru seperti AI facial age estimation merupakan salah satu respons terhadap tuntutan tersebut.
Namun, komentar terbaru Baszucki justru membuka pertanyaan baru:
Apakah Roblox akan benar-benar mengeksplorasi mekanik mirip judi—dan bagaimana perusahaan dapat menyeimbangkannya dengan keselamatan dan etika?
Sumber: The New York Times, Children and Screens
