Serangan Siber Ganggu Sistem TI Beberapa Dewan Kota London

Beberapa otoritas lokal di London—Royal Borough of Kensington and Chelsea (RBKC), Westminster City Council (WCC), dan London Borough of Hammersmith and Fulham (LBHF)—mengonfirmasi bahwa mereka mengalami gangguan serius pada layanan publik setelah sebuah insiden keamanan siber menyerang infrastruktur TI bersama yang mereka gunakan.
Serangan tersebut berdampak pada berbagai layanan penting, termasuk jalur telepon, sistem komunikasi, dan sejumlah layanan daring, sehingga memaksa dewan kota mengaktifkan rencana darurat demi memastikan warga tetap menerima layanan esensial.
Gangguan Meluas karena Berbagi Infrastruktur TI
RBKC dan WCC terdampak pada waktu yang sama karena keduanya memiliki infrastruktur TI bersama. LBHF, yang juga berbagi sebagian layanan dengan dua dewan tersebut, mengambil langkah tambahan dengan mengisolasi jaringan untuk mencegah potensi penyebaran serangan. Langkah ini menyebabkan gangguan operasional lebih lanjut.
WCC sendiri adalah salah satu otoritas lokal paling penting di Inggris, menaungi kawasan strategis seperti:
- Palace of Westminster
- Buckingham Palace
- 10 Downing Street
- Kawasan perbelanjaan utama
- Berbagai destinasi pariwisata
Secara keseluruhan, ketiga dewan menyediakan layanan untuk lebih dari 360.000 penduduk.
RBKC mengonfirmasi bahwa serangan terjadi pada Senin, memblokir akses warga ke layanan daring maupun pusat kontak. Mereka menegaskan bahwa penyelidikan terus berlangsung dengan bantuan National Cyber Security Centre (NCSC) dan pakar insiden siber independen.
Pernyataan Resmi & Status Investigasi
Dalam pernyataan publiknya, RBKC mengatakan:
- Masih terlalu awal untuk memastikan pelaku atau motif,
- Belum diketahui apakah ada data warga yang ikut terdampak,
- Pembaruan akan diberikan berkala kepada warga dan mitra,
- ICO (Information Commissioner’s Office) telah diberi tahu sesuai prosedur.
Sementara itu, WCC dan LBHF memublikasikan pesan singkat melalui banner situs web mereka, termasuk daftar nomor telepon alternatif agar warga tetap dapat meminta bantuan.
Hingga kini, belum ada kelompok ransomware yang mengklaim bertanggung jawab. Namun, pakar keamanan Kevin Beaumont menyatakan bahwa insiden tersebut adalah serangan ransomware yang mengenai penyedia layanan yang digunakan bersama oleh ketiga dewan.
Risiko Serius bagi Layanan Publik
Gangguan pada sistem TI yang digunakan oleh lembaga pemerintahan lokal dapat berpotensi menghambat:
- Pengelolaan layanan sosial,
- Penanganan laporan darurat,
- Administrasi perumahan,
- Dukungan layanan masyarakat sehari-hari.
Ketergantungan pada penyedia layanan TI bersama juga mengungkap risiko sistemik yang dapat memperluas dampak satu insiden ke beberapa wilayah sekaligus.
Pihak berwenang menegaskan bahwa fokus utama mereka saat ini adalah:
- Melindungi data dan sistem,
- Mengembalikan layanan penting sesegera mungkin,
- Melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui akar permasalahan.
Sumber: RBKC, WCC, LBHF


