Produsen memori asal Tiongkok, CXMT (ChangXin Memory Technologies), memperkenalkan modul DDR5-8000 dan LPDDR5X-10667 pertama yang sepenuhnya dikembangkan di dalam negeri pada ajang 2025 China International Semiconductor Expo. Ini merupakan pencapaian teknologi terbesar perusahaan sejauh ini, sekaligus menandai langkah besar dalam upaya Tiongkok mengejar ketertinggalan dari raksasa memori global seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron.
Modul DDR5 CXMT mampu beroperasi pada 8.000 MT/s, sementara LPDDR5X mencapai 10.667 MT/s, hanya sedikit di bawah kecepatan 10.700 MT/s pada LPDDR5X dan LPDDR6 terbaru milik Samsung. Kemajuan ini menjadi penting di tengah ekspansi infrastruktur server dan AI di Tiongkok yang selama ini terkendala kemampuan produksi silikon domestik.
Skalabilitas dan Form Factor Modul
Untuk produk LPDDR5X, CXMT menyediakan kapasitas 12 Gb dan 16 Gb, sedangkan DDR5 hadir dalam 16 Gb hingga 24 Gb. Modul-modul tersebut kemudian dikemas dalam berbagai form factor untuk kebutuhan pusat data hingga perangkat konsumen, antara lain:
- RDIMM, MRDIMM, dan TFF MRDIMM untuk server dan enterprise,
- UDIMM untuk desktop arus utama,
- SODIMM untuk laptop dan perangkat kompak,
- CUDIMM dan CSODIMM untuk segmen overclocking dan workstation kelas atas.
Di pasar server—segmen terbesar untuk DDR5—CXMT kini dapat menawarkan variasi kapasitas RDIMM yang kompatibel dengan berbagai konfigurasi platform memori modern.
Teknologi 16 nm yang Mulai Matang
Pada Januari lalu, TechInsights mengidentifikasi chip DRAM 16 nm generasi terbaru CXMT yang digunakan dalam modul Gloway DDR5-6000 UDIMM, menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam industri memori Tiongkok. Chip 16 Gb DDR5 tersebut berukuran 67 mm² dengan densitas 0,239 Gb/mm², memanfaatkan sel DRAM generasi G4 yang 20% lebih kecil dibanding generasi sebelumnya (G3).
Ini menandai evolusi bertahap CXMT dari node 23 nm (G1) ke 18 nm (G2), dan kini memasuki 16 nm (G4). Walau mengalami kemajuan pesat, CXMT masih diperkirakan tertinggal sekitar tiga tahun dibandingkan Samsung, SK Hynix, dan Micron dalam hal kemampuan manufaktur. Karena itu, kemunculan chip ini belum cukup untuk mengatasi masalah kekurangan pasokan DRAM global dalam waktu dekat.
Kemajuan CXMT menunjukkan ambisi Tiongkok untuk memperkuat posisi di industri memori global—dan kehadiran DDR5-8000 serta LPDDR5X-10667 lokal menjadi bukti nyata bahwa gap teknologi mulai menyempit.
Sumber: ICViews
