AMD dilaporkan telah memberi tahu mitra rantai pasokannya bahwa harga seluruh lini GPU mereka akan naik sekitar 10%. Kenaikan ini dipicu oleh krisis pasokan memori DRAM, yang mendorong lonjakan harga GDDR dan memperkecil margin keuntungan produsen GPU. Para mitra AIB (Add-in Board) juga diperkirakan akan mengikuti kenaikan ini demi menjaga margin mereka dalam beberapa minggu mendatang.
Dalam proses manufaktur GPU modern, AMD, NVIDIA, dan Intel mengirimkan paket GPU die + modul GDDR kepada AIB. Artinya, ketika AMD menaikkan harga “GPU”, yang sesungguhnya naik adalah biaya memori yang dibundel dengan chip GPU—bukan harga silikon murni, yang masih relatif stabil saat ini.
Ini juga merupakan kenaikan harga kedua yang dilakukan AMD dalam waktu dekat. Perusahaan sebelumnya sudah melakukan penyesuaian harga pada Oktober, namun kondisi rantai pasokan semakin memburuk sehingga penyesuaian tambahan dinilai perlu. Mitra AMD seperti PowerColor bahkan telah memperingatkan konsumen agar membeli GPU sebelum 2026, tahun ketika kenaikan harga diperkirakan mulai diterapkan secara penuh.
Ironisnya, kenaikan harga ini terjadi tepat setelah Radeon RX 9070 dan RX 9070 XT akhirnya mencapai MSRP masing-masing $549 dan $599, membuat para gamer kembali menghadapi potensi lonjakan harga di tahun mendatang.
Krisis Memori DRAM Kian Buruk
Lonjakan harga DRAM mencapai 171,8% year-over-year, menempatkan komponen penting ini pada level harga tertinggi dalam bertahun-tahun. DRAM sangat vital untuk GPU, PC, konsol, server, hingga smartphone. Produsen besar seperti Samsung dan SK Hynix saat ini hanya mampu memenuhi 70% permintaan, sementara OEM kecil dan distributor saluran hanya mendapat proyeksi 35–40% pemenuhan sepanjang kuartal pertama 2026.
Bahkan mitra besar seperti PowerColor juga dapat mengalami kekurangan modul memori, yang berpotensi menghambat produksi GPU karena unit GPU tidak dapat dikirim tanpa DRAM terpasang.
Kenaikan harga AMD ini menunjukkan tekanan signifikan yang dialami industri silikon global, dengan dampak yang kemungkinan terasa oleh konsumen PC dan gamer sepanjang 2026.
Sumber: UDN
