AS dan Sekutu Sanksi Penyedia Bulletproof Hosting Rusia karena Keterkaitan dengan Ransomware

Amerika Serikat, Inggris, dan Australia resmi menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah penyedia bulletproof hosting (BPH) asal Rusia yang selama ini memberikan layanan infrastruktur bagi kelompok ransomware dan operasi kejahatan siber lainnya. Bulletproof hosting dikenal sebagai layanan yang sengaja mengabaikan laporan korban serta permintaan penindakan dari aparat, sehingga sering dipilih oleh pelaku kriminal untuk aktivitas berbahaya seperti phishing, malware, command-and-control, hingga penyebaran konten ilegal.

Langkah terbaru ini menargetkan jaringan perusahaan dan individu yang menyediakan server untuk berbagai operasi siber berbahaya, termasuk beberapa grup ransomware paling aktif saat ini.


Media Land Jadi Sasaran Utama

Departemen Keuangan AS melalui OFAC menunjuk Media Land sebagai salah satu penyedia BPH yang terbukti mendukung banyak operasi cybercrime. Infrastruktur Media Land tercatat digunakan oleh sejumlah grup ransomware terkenal seperti LockBit, BlackSuit, dan Play, serta dipakai untuk serangan DDoS yang menargetkan perusahaan-perusahaan di sektor telekomunikasi dan infrastruktur kritis.

Selain Media Land, OFAC juga menyanksi tiga perusahaan afiliasinya:

Tiga eksekutif Media Land turut masuk daftar sanksi:

Pemerintah Inggris mencatat bahwa Volosovik juga pernah bekerja dengan grup kriminal terkenal seperti Evil Corp, Black Basta, dan LockBit.


Aeza Group dan Hypercore Juga Disanksi

Selain Media Land, OFAC kembali menegaskan penunjukan sanksinya terhadap:

Penyedia-penyedia ini diketahui menyewakan server untuk keperluan operasi kriminal, memudahkan pelaku menghindari penertiban, dan menyembunyikan infrastruktur serangan.


Komentar Pejabat AS & Inggris

John K. Hurley, Under Secretary untuk Terorisme dan Intelijen Keuangan AS, menegaskan:

“Penyedia bulletproof hosting seperti Media Land memberi layanan penting bagi pelaku kriminal untuk menyerang bisnis di AS dan negara sekutu.”

Sementara Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, menambahkan:

“Pelaku kriminal siber mengira mereka dapat beroperasi dalam bayang-bayang tanpa konsekuensi. Mereka salah—kami dan sekutu kami membongkar jaringan mereka dan menindak para pelakunya.”


Panduan Five Eyes untuk Menghadapi Infrastruktur BPH

Bersamaan dengan pengumuman sanksi, aliansi Five Eyes merilis panduan gabungan bagi ISP dan defender jaringan untuk mengurangi risiko yang berasal dari infrastruktur BPH. Rekomendasi tersebut mencakup:

Panduan ini bertujuan membantu ISP mengatasi taktik pelaku yang sering berpindah identitas menggunakan email dan nomor telepon sementara.


Konsekuensi Sanksi

Sanksi ini membekukan seluruh aset entitas dan individu terkait di wilayah AS, Inggris, dan Australia. Pihak mana pun yang melakukan transaksi dengan mereka juga berisiko terkena secondary sanctions atau tindakan penegakan hukum lebih lanjut.

Pada Februari lalu, ketiga negara juga menjatuhkan sanksi terhadap penyedia BPH Rusia lain, ZServers/XHost, yang menyediakan infrastruktur serangan untuk geng ransomware LockBit—sementara polisi Belanda menyita 127 server untuk memutus operasinya.


Sumber: SecurityScorecard

Exit mobile version