Setelah bertahun-tahun dinantikan, Rockstar Games akhirnya mengonfirmasi bahwa Grand Theft Auto VI (GTA VI) kembali mengalami penundaan. Dalam pernyataan resmi yang dibagikan pada Kamis, studio tersebut mengumumkan bahwa perilisan game kini dijadwalkan untuk 19 November 2026.
Penundaan terbaru ini menandai kali ketiga GTA VI ditunda, setelah sebelumnya dijadwalkan rilis pada 2025 dan kemudian diundur ke Mei 2026. Rockstar menjelaskan bahwa waktu tambahan dibutuhkan untuk memastikan game tersebut memenuhi standar kualitas dan tingkat penyempurnaan (polish) yang diharapkan para penggemar.
“Kami menyadari bahwa ini telah menjadi penantian yang panjang, dan kami mohon maaf karena menambah waktu lebih banyak. Namun, bulan-bulan ekstra ini akan memungkinkan kami menyelesaikan game dengan tingkat kualitas yang pantas Anda harapkan dan layak Anda dapatkan,” tulis Rockstar dalam pernyataannya.
Kembali ke Vice City — dengan Dunia Baru Bernama Leonida
GTA VI disebut akan membawa pemain kembali ke Vice City dalam latar modern-day, namun kali ini sebagai bagian dari negara bagian fiksi bernama Leonida. Game ini diharapkan menghadirkan dunia terbuka (open-world) terbesar dan paling detail dalam sejarah waralaba Grand Theft Auto, dengan peningkatan signifikan dalam sistem AI, animasi, serta interaktivitas lingkungan.
Rockstar juga menjanjikan peningkatan besar pada narasi dan kedalaman karakter, menjadikannya proyek paling ambisius yang pernah mereka garap.
Dampak Internal dan Tuduhan Union Busting
Pengumuman penundaan ini muncul menjelang laporan keuangan kuartal terbaru dari Take-Two Interactive, perusahaan induk Rockstar. Namun kabar tersebut datang di tengah gejolak internal yang terjadi di studio, termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 30 hingga 40 karyawan di kantor Rockstar Kanada dan Inggris.
Serikat pekerja Independent Workers Union of Great Britain (IWGB) menuduh Rockstar melakukan praktik union busting, dengan menyatakan bahwa sebagian besar karyawan yang diberhentikan merupakan anggota serikat atau dalam proses bergabung. Tuduhan ini menimbulkan sorotan terhadap budaya kerja di industri game, terutama di tengah tekanan untuk menyelesaikan proyek berskala besar seperti GTA VI.
Harapan di Tengah Penantian
Dengan penundaan ini, penggemar harus menunggu lebih lama lagi untuk kembali menjelajahi jalanan Vice City yang legendaris. Meski demikian, banyak yang berharap tambahan waktu ini akan menghasilkan pengalaman bermain yang benar-benar revolusioner, seperti halnya saat GTA V mengubah standar industri pada 2013 lalu.
Rockstar menegaskan bahwa seluruh tim sedang bekerja keras untuk memastikan GTA VI menjadi tonggak sejarah baru dalam dunia game open-world, dan bahwa penundaan ini adalah bagian dari komitmen mereka terhadap kualitas tanpa kompromi.
Sumber: Rockstar Games Blog
