Lembaga penegak hukum Eropa berhasil membongkar operasi SIM box ilegal berskala besar dalam misi bertajuk “SIMCARTEL”, yang diketahui memfasilitasi lebih dari 3.200 kasus penipuan dan menyebabkan kerugian sedikitnya €4,5 juta (sekitar Rp84 miliar) di berbagai negara.
Jaringan SIM Box Internasional
Menurut pengumuman resmi Europol, layanan daring ilegal ini menggunakan sekitar 1.200 perangkat SIM box dengan 40.000 kartu SIM aktif untuk menyediakan nomor telepon yang kemudian disewakan kepada pelaku kejahatan siber. Nomor-nomor tersebut digunakan dalam berbagai skema kejahatan, mulai dari phishing, penipuan investasi, hingga pemerasan dan penyamaran.
Operasi ini dioperasikan melalui dua situs web, yakni gogetsms.com dan apisim.com, yang kini telah disita dan menampilkan banner resmi lembaga penegak hukum.
Dalam keterangannya, Europol menyebut:
“Jaringan kriminal ini memiliki infrastruktur yang sangat canggih dan memungkinkan pelaku di seluruh dunia menggunakan layanan SIM box tersebut untuk melakukan berbagai jenis kejahatan telekomunikasi dan siber.”
Modus Operandi
Layanan ini menawarkan nomor telepon yang terdaftar atas nama individu di lebih dari 80 negara, kemudian disewakan kepada pengguna yang ingin membuat akun daring palsu untuk menyembunyikan identitas dan lokasi asli mereka.
Europol mengungkap bahwa infrastruktur ini membantu menciptakan lebih dari 49 juta akun online palsu, dengan 1.700 kasus penipuan di Austria dan 1.500 kasus di Latvia yang telah dikaitkan langsung dengan layanan tersebut.
Jenis kejahatan yang difasilitasi mencakup:
- Penipuan dan pemerasan daring
- Migrant smuggling (penyelundupan manusia)
- Penipuan di marketplace online
- Penipuan “anak-minta-uang” melalui WhatsApp
- Penipuan investasi dengan broker palsu
- Situs belanja dan bank fiktif
- Penyamaran sebagai petugas kepolisian
Kerugian finansial akibat operasi ini diperkirakan mencapai €4,5 juta di Austria dan €420.000 di Latvia.
Penangkapan dan Barang Bukti
Dalam penggerebekan yang dilakukan pada 10 Oktober 2025, polisi menahan lima warga Latvia dan dua tersangka lainnya, serta menyita sejumlah besar barang bukti, di antaranya:
- 1.200 perangkat SIM box berisi 40.000 kartu SIM aktif
- Ratusan ribu kartu SIM tambahan
- Lima server dan dua situs web
- Dana €431.000 (sekitar Rp8 miliar) di rekening bank dan $333.000 dalam bentuk aset kripto
- Empat mobil mewah
Selain itu, otoritas juga membekukan aset keuangan yang terkait dan melakukan analisis forensik terhadap server untuk mengidentifikasi pelanggan layanan ilegal tersebut.
Kolaborasi Lintas Negara
Operasi SIMCARTEL merupakan hasil kerja sama antara Europol, Shadowserver Foundation, dan aparat penegak hukum dari Austria, Estonia, Finlandia, dan Latvia. Secara total, 26 lokasi di beberapa negara Eropa menjadi sasaran penggerebekan.
Keberhasilan operasi ini menandai langkah besar dalam menekan penggunaan teknologi komunikasi untuk kegiatan kriminal lintas batas, sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi internasional dalam menghadapi kejahatan siber modern.
Sumber: BleepingComputer
