Raksasa Elektronik Avnet Konfirmasi Kebocoran Data — Klaim Data yang Dicuri Tidak Bisa Dibaca

Avnet, distributor komponen elektronik global asal Amerika Serikat, telah mengonfirmasi terjadinya insiden kebocoran data, namun menegaskan bahwa data yang dicuri tidak dapat dibaca tanpa alat internal milik perusahaan.

Dalam pernyataannya kepada BleepingComputer, juru bicara Avnet menjelaskan bahwa serangan ini terjadi akibat akses tidak sah ke basis data yang dihosting di layanan eksternal, yang digunakan oleh tim penjualan di wilayah EMEA (Eropa, Timur Tengah, dan Afrika).

“Avnet baru-baru ini mengidentifikasi akses tidak sah ke penyimpanan cloud eksternal yang mendukung alat penjualan internal di wilayah EMEA,” ujar perwakilan perusahaan.
“Sebagian besar data tidak dapat dibaca tanpa akses ke alat penjualan milik Avnet, yang tetap aman dan tidak terpengaruh oleh insiden ini.”


🧩 Rincian Insiden

Menurut peretas yang mengaku bertanggung jawab, mereka berhasil mencuri sekitar 1,3 TB data terkompresi (setara 7–12 TB data mentah) yang berisi informasi operasi Avnet di wilayah EMEA dan kawasan lain.

Peretas mengklaim bahwa:

Mereka juga mengaku memiliki motivasi finansial, dan telah membuka situs kebocoran di dark web untuk menekan perusahaan agar membayar tebusan dengan mempublikasikan sebagian data sebagai bukti.


🧾 Data yang Dicuri

Beberapa contoh data yang dilihat oleh BleepingComputer berbentuk teks biasa (plaintext) dan berisi informasi identitas pribadi (PII) seperti:

Avnet mengonfirmasi bahwa sebagian data tersebut memang PII, namun tidak termasuk informasi sensitif menurut definisi GDPR.

Sementara itu, data yang tidak terbaca terdiri dari:


🌍 Dampak dan Langkah Lanjutan

Avnet menegaskan bahwa:

Avnet, yang beroperasi di lebih dari 125 negara dengan 15.000 karyawan dan pendapatan tahunan sekitar $22 miliar, termasuk dalam jajaran perusahaan Fortune 500.

Saat ini, jumlah individu yang terdampak masih belum diketahui.


🧠 Ringkasan

AspekKeterangan
PerusahaanAvnet (Distributor Komponen Elektronik)
Wilayah terdampakEMEA (Eropa, Timur Tengah, Afrika)
Data dicuri±1.3 TB (7–12 TB raw data)
Jenis dataPII non-sensitif, data penjualan, kontak pelanggan
Akar masalahDatabase eksternal dengan akses tidak sah
Dampak operasionalTidak ada gangguan global
StatusDilaporkan ke otoritas, sistem telah diamankan

Sumber: BleepingComputer, Avnet

Exit mobile version