Harrods Alami Kebocoran Data Baru, 430.000 Catatan Pelanggan Terungkap

Raksasa ritel mewah asal Inggris, Harrods, mengonfirmasi insiden kebocoran data yang mengekspos sekitar 430.000 catatan pelanggan e-commerce. Peretasan ini terjadi melalui kompromi pada pihak ketiga penyedia layanan, dan tidak berkaitan dengan serangan siber pada Mei lalu yang dikaitkan dengan kelompok Scattered Spider.

Kronologi Insiden

Potensi Keterkaitan Supply-Chain Attack

Insiden ini terjadi beberapa bulan setelah serangan supply chain Salesloft yang memanfaatkan token OAuth curian untuk mengakses lingkungan Salesforce pelanggan dan mengekstraksi data. Ratusan perusahaan di seluruh dunia terdampak serangan tersebut, sehingga ada kemungkinan kebocoran Harrods terkait dengan kampanye ini.

Respons Harrods

Risiko Bagi Pelanggan

Meski informasi finansial aman, data pribadi yang terekspos tetap dapat dimanfaatkan dalam phishing atau rekayasa sosial. Pelanggan diimbau untuk:

Kebocoran ini menjadi peringatan baru bahwa bahkan perusahaan ritel bergengsi dengan sejarah panjang seperti Harrods tetap rentan terhadap serangan rantai pasok yang semakin kompleks.


Sumber: BleepingComputer

Exit mobile version