Menurut laporan Bloomberg, Intel tengah melakukan pembicaraan awal dengan Apple terkait potensi investasi sekaligus kolaborasi di bidang manufaktur chip. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Intel untuk memperkuat bisnis foundry-nya yang sedang bersaing ketat dengan TSMC dan Samsung.
Fokus pada Layanan Foundry, Bukan Kembali ke Prosesor Intel
Meskipun diskusi berlangsung, laporan Business Korea menegaskan bahwa Apple tidak berencana kembali menggunakan prosesor Intel. Apple akan tetap mengandalkan chip kustom berbasis Apple Silicon, yang saat ini diproduksi oleh TSMC dan dirakit oleh Foxconn di Taiwan, China, serta India. Namun, ketergantungan besar pada TSMC dapat menimbulkan risiko, terutama bila tarif impor AS kembali diberlakukan atau tuntutan produksi domestik semakin meningkat.
Dalam konteks ini, Intel Foundry Services dinilai sebagai alternatif potensial bagi Apple untuk diversifikasi rantai pasok, sekaligus memperkuat komitmen produksi di Amerika Serikat.
Dorongan dari Komitmen Investasi Apple
Apple baru-baru ini meningkatkan janji investasinya di dalam negeri menjadi $600 miliar dalam empat tahun, naik dari $500 miliar yang diumumkan pada Agustus lalu di Gedung Putih. Dukungan terhadap Intel bisa membantu Apple mempererat hubungannya dengan pembuat kebijakan Washington, sejalan dengan tekanan untuk memperluas kapasitas manufaktur dalam negeri.
Intel Didukung Investor Besar
Upaya Intel mencari pendanaan telah menarik sejumlah pemain besar:
- Pemerintah AS → hampir 10% kepemilikan melalui $10 miliar pendanaan CHIPS Act
- NVIDIA → investasi $5 miliar untuk 4% saham
- SoftBank Jepang → kontribusi $2 miliar lewat kemitraan Stargate bersama OpenAI dan Oracle, setara 2% saham
Jika Apple bergabung, kolaborasi ini akan menjadi langkah besar dalam mendorong transformasi Intel sekaligus memperluas opsi manufaktur chip global.
Sumber: TrendForce, Bloomberg, Business Korea
