Boyd Gaming Corporation, operator kasino dan hiburan asal AS, mengonfirmasi telah mengalami serangan siber yang berujung pada pencurian data, termasuk informasi karyawan serta sejumlah individu lain.
Profil Boyd Gaming
Perusahaan publik ini mengelola 28 properti kasino di sepuluh negara bagian Amerika Serikat, termasuk Nevada, Illinois, Indiana, Iowa, Kansas, Louisiana, Mississippi, Missouri, Ohio, dan Pennsylvania, serta satu kasino suku di California Utara. Dengan lebih dari 16.000 karyawan dan pendapatan tahunan $3,9 miliar pada 2024, Boyd Gaming termasuk salah satu pemain besar industri kasino AS.
Rincian Insiden
Dalam pengajuan dokumen FORM 8-K ke SEC pada Selasa malam, perusahaan mengungkap bahwa pihak ketiga tidak sah berhasil mengakses sistem IT dan menyalin data. Data yang dicuri mencakup informasi karyawan serta sejumlah kecil data individu lain.
Boyd Gaming menyatakan telah bekerja sama dengan pakar keamanan siber eksternal dan melaporkan insiden ini kepada aparat penegak hukum. Pihak yang terdampak juga akan segera diberi notifikasi, sesuai kewajiban kepada regulator dan lembaga pemerintah terkait.
Dampak dan Penanganan
Perusahaan menegaskan bahwa insiden ini tidak memengaruhi operasional kasino dan diperkirakan tidak menimbulkan dampak material terhadap kondisi keuangan perusahaan.
Boyd Gaming juga menambahkan bahwa mereka memiliki polis asuransi siber yang diharapkan dapat menutupi biaya penanganan insiden ini.
Hingga kini, belum ada kelompok ransomware maupun aktor ancaman lain yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Sumber: BleepingComputer
