ShinyHunters Klaim Curi 1,5 Miliar Data Salesforce Lewat Drift OAuth

Kelompok peretas ShinyHunters mengklaim berhasil mencuri lebih dari 1,5 miliar data Salesforce milik 760 perusahaan dengan memanfaatkan OAuth token Drift yang bocor.

Bagaimana Serangan Terjadi

Data yang Dicuri

Dari klaim ShinyHunters, total 1,5 miliar data yang dicuri terbagi atas:

Google Threat Intelligence (Mandiant) menemukan bahwa data Case dianalisis untuk mencari credential rahasia seperti:

Hal ini memungkinkan penyerang untuk pivot ke lingkungan lain demi melanjutkan serangan.

Dampak dan Korban

Serangan ini menimpa sejumlah perusahaan besar, di antaranya:
Google, Cloudflare, Zscaler, Tenable, CyberArk, Elastic, BeyondTrust, Proofpoint, JFrog, Nutanix, Qualys, Rubrik, Cato Networks, dan Palo Alto Networks.

FBI juga mengeluarkan peringatan resmi terkait aktivitas UNC6040 dan UNC6395, dua kelompok yang dilacak Google terkait operasi ini.

ShinyHunters “Pensiun”?

Meski ShinyHunters mengumumkan rencana untuk “menghilang” dari Telegram, laporan ReliaQuest menyebut mereka masih aktif dan kini mulai menargetkan institusi keuangan sejak Juli 2025.

Bahkan, kelompok ini sempat mengklaim telah membobol:

Google kemudian mengonfirmasi adanya akun palsu yang dibuat, namun menegaskan tidak ada data yang diakses.

Mitigasi

Salesforce merekomendasikan langkah-langkah berikut bagi pelanggan:


Sumber: BleepingComputer, Google Threat Intelligence, FBI Advisory

Exit mobile version