Penelitian terbaru yang dipublikasikan di GitHub oleh Zephkek, seorang penggiat keamanan siber dengan pengalaman pemrograman tingkat rendah, mengungkapkan bahwa laptop gaming ASUS ROG rilisan 2021 hingga 2024 mengalami masalah serius pada firmware BIOS. Bug ini menyebabkan berbagai gangguan performa, seperti stuttering saat menonton YouTube, suara pop di panggilan Discord, mouse membeku sesaat, hingga gejala mengganggu lain.
Akar Permasalahan: BIOS dan ACPI
Investigasi menunjukkan masalah ini bukan berasal dari bloatware, driver lama, atau sistem operasi, melainkan dari desain BIOS ASUS. BIOS berperan penting dalam mengatur operasi sistem dan manajemen komponen.
Menggunakan LatencyMon, peneliti menemukan bahwa pada laptop seperti ASUS ROG Zephyrus M16, core pertama CPU menghabiskan lebih dari 90 detik untuk memproses interrupt. Selama periode itu, core terblokir dari tugas lain, sehingga menimbulkan stuttering pada beban kerja sensitif waktu.
Masalah ini terkait dengan implementasi ACPI.sys (Advanced Configuration and Power Interface) yang mengeksekusi kode AML (ACPI Machine Language) dari BIOS ASUS untuk mengatur fungsi daya dan deteksi perangkat.
Masalah MUX Switch dan dGPU
Sebagian besar laptop ROG dilengkapi GPU diskrit (RTX 30/40 series) serta iGPU dari prosesor Intel. Dengan MUX switch, sistem seharusnya mengatur penggunaan GPU sesuai kebutuhan daya. Namun, penelitian menemukan firmware ASUS melakukan power cycling aneh pada dGPU setiap 15–30 detik, bahkan ketika dGPU adalah satu-satunya GPU aktif (misalnya saat laptop terhubung ke monitor eksternal).
Perilaku ini dianggap tidak logis, karena dGPU yang sedang digunakan seharusnya tidak dimatikan dan dinyalakan kembali secara berulang.
Model yang Terdampak
Masalah BIOS ini tercatat pada berbagai model ROG keluaran 2021–2024, termasuk:
- Strix Series
- Scar Series
- Zephyrus Series
Seorang pengguna forum TechPowerUp, JustBenching, melaporkan bahwa laptop ASUS ROG Zephyrus G14 2022 miliknya menerima update BIOS pada awal 2024 yang berhasil mengatasi masalah stuttering. Namun, model ini menggunakan prosesor AMD tanpa iGPU dan tidak memiliki MUX hardware, sehingga kasusnya agak berbeda.
Kesimpulan Penelitian
Laporan ini merangkum tiga penyebab utama:
- Kesalahan dalam memahami konteks interrupt.
- Penanganan interrupt yang cacat.
- Tidak adanya pemeriksaan platform, sehingga sistem gagal mengenali status MUX mode.
Hingga saat laporan dipublikasikan, ASUS belum memberikan tanggapan resmi terkait investigasi dan dokumentasi bug firmware ini.
Sumber: Zephkek via GitHub
