Texas Gugat PowerSchool atas Kebocoran Data 62 Juta Siswa, Termasuk 880 Ribu dari Texas

Jaksa Agung Texas, Ken Paxton, resmi menggugat perusahaan perangkat lunak pendidikan PowerSchool terkait kebocoran data masif yang mengekspos informasi pribadi 62 juta siswa di seluruh dunia, termasuk 880.000 siswa dari Texas.

Latar Belakang Kasus

PowerSchool adalah penyedia solusi perangkat lunak berbasis cloud untuk sekolah K-12 dengan lebih dari 18.000 pelanggan dan mendukung lebih dari 60 juta siswa global.

Total data yang dicuri diklaim mencakup 62,4 juta siswa dan 9,5 juta guru dari 6.505 distrik sekolah di AS, Kanada, dan negara lain.

Tudingan Jaksa Agung Texas

Menurut Kantor Jaksa Agung Texas, PowerSchool melanggar Texas Deceptive Trade Practices Act dan Identity Theft Enforcement and Protection Act dengan menyesatkan pelanggan soal praktik keamanan serta gagal melindungi data sensitif keluarga Texas.

“Jika Big Tech berpikir bisa mengambil keuntungan dari data anak-anak sambil mengabaikan keamanan, mereka salah besar. Orang tua tidak boleh khawatir bahwa data anak mereka dicuri hanya karena mendaftar sekolah,” tegas Ken Paxton.

Drama Tebusan & Ekstorsi Lanjutan

Tersangka Mengaku Bersalah

Pada September 2025, Matthew D. Lane, mahasiswa berusia 19 tahun dari Worcester, Massachusetts, mengaku bersalah atas serangan siber besar ini. Ia bersama beberapa rekan konspirator mencoba memeras jutaan dolar dengan imbalan tidak menyebarkan data yang dicuri.

Investigasi Tambahan


Sumber: Kantor Jaksa Agung Texas, PowerSchool

Exit mobile version