Di tengah meningkatnya ancaman siber yang semakin canggih, para ahli keamanan TI menilai bahwa pendekatan tradisional dalam keamanan email sudah tidak lagi memadai. Banyak organisasi masih mengandalkan solusi yang berfokus semata-mata pada pencegahan, padahal serangan berbasis email kini jauh lebih kompleks dan sering kali berhasil melewati filter awal.
Untuk itu, para pakar menyarankan agar sistem keamanan email mengadopsi pendekatan layaknya Endpoint Detection and Response (EDR)—bukan hanya untuk mencegah, tetapi juga untuk mendeteksi, merespons, dan memulihkan dari insiden yang sudah terjadi.
Serangan Email Tak Lagi Bisa Dicegah Sepenuhnya
Email masih menjadi jalur utama bagi serangan siber seperti phishing, BEC (Business Email Compromise), dan ransomware. Bahkan dengan sistem deteksi berbasis AI atau sandboxing sekalipun, banyak serangan yang berhasil menghindari deteksi awal dengan teknik manipulasi konten, domain palsu, atau social engineering tingkat tinggi.
Masalah utamanya, ketika email berbahaya berhasil masuk ke inbox pengguna, sebagian besar solusi keamanan tidak memiliki visibilitas dan kemampuan untuk menyisir dampak lanjutan. Akibatnya, tim keamanan sering kali baru mengetahui adanya insiden setelah terjadi kerusakan sistem atau kebocoran data.
Mengadopsi Pendekatan Deteksi dan Respons
Pendekatan EDR di endpoint telah terbukti berhasil mengurangi waktu respons dan meningkatkan efektivitas tim keamanan dengan menyediakan visibilitas penuh atas kejadian di perangkat pengguna. Pendekatan serupa kini dianggap krusial untuk diterapkan pada sistem email.
Solusi keamanan email modern seharusnya mampu:
- Memberikan insight real-time terhadap email mencurigakan yang lolos dari filter
- Melacak jejak distribusi email berbahaya ke berbagai penerima
- Menyediakan mekanisme isolasi dan penghapusan email secara otomatis atau terkoordinasi
- Memfasilitasi threat hunting berdasarkan pola penyebaran
Dengan cara ini, tim keamanan dapat mengambil tindakan cepat dan terukur terhadap serangan yang sudah masuk, bukan hanya bergantung pada deteksi awal.
Integrasi dengan Ekosistem Keamanan yang Lebih Luas
Solusi keamanan email juga harus bisa berintegrasi dengan sistem SIEM, SOAR, dan platform keamanan lainnya untuk menciptakan alur kerja respons insiden yang terpadu. Ini akan memungkinkan tim SOC (Security Operations Center) untuk merespons dengan lebih efisien tanpa perlu berpindah-pindah platform.
Selain itu, integrasi ini membantu mempercepat investigasi dan korelasi data, sehingga organisasi bisa memahami ancaman secara menyeluruh dan memitigasinya sebelum berdampak lebih luas.
Kesimpulan: Saatnya Email Security Punya ‘EDR Moment’
Serangan siber berbasis email terus berevolusi, dan organisasi tak bisa lagi bergantung pada solusi berbasis pencegahan semata. Dibutuhkan transformasi paradigma—dari hanya mencegah, menjadi mendeteksi dan merespons secara aktif.
Mengadopsi pendekatan seperti EDR dalam keamanan email bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak untuk mempertahankan ketahanan siber organisasi di tengah lanskap ancaman yang terus berkembang.
Sumber: BleepingComputer
