NVIDIA dan AMD Mulai Adaptasi Memori HBM4 untuk Akselerator AI Generasi Berikutnya

13 Agustus 2025 – NVIDIA dan AMD kini tengah bersiap menghadirkan generasi terbaru akselerator AI dengan mengadopsi memori High-Bandwidth Memory generasi keempat (HBM4). Langkah ini menandai percepatan teknologi memori untuk mendukung kebutuhan data center dan AI computing yang berkembang pesat.

Dalam roadmap terbaru, HBM4 diperkirakan akan hadir pada tahun 2026 dan akan digunakan oleh platform Rubin milik NVIDIA serta akselerator Instinct MI400 dari AMD. Ini mencerminkan tren industri yang bergerak menuju generasi memori dengan kecepatan lebih tinggi dan kapasitas lebih besar.

HBM4 menawarkan bandwidth sekitar 2 TB/s per stack, berkat interface lebar 2.048-bit dan dukungan hingga 16 lapisan (layer). Hal ini memungkinkan paket memori mencapai kapasitas hingga 64 GB per stack. Selain itu, HBM4E—varian yang diperluas—dijadwalkan meluncur pada 2027 sebagai tahap lanjutan setelah HBM4.

Samsung, Micron, dan SK Hynix: Lomba Memimpin Produksi HBM4
Samsung telah memulai produksi sampel HBM4 di fasilitas Pyeongtaek dan menargetkan validasi oleh NVIDIA sebagai tahap awal menuju produksi massal. Micron juga telah mulai mengirim sampel HBM4 berkapasitas 36 GB dengan interface 2.048-bit, kecepatan lebih dari 2 TB/s per stack, yang dirancang untuk kebutuhan AI dan cloud computing.

Perkembangan AMD dan NVIDIA dengan HBM4
AMD memperkenalkan GPU Instinct MI400 berbasis HBM4 dengan total memori hingga 432 GB, memberikan peningkatan sekitar 50% dari platform Rubin milik NVIDIA dalam hal kapasitas dan bandwidth, namun dengan performa komputasi yang tetap sebanding. NVIDIA sendiri bersiap meluncurkan microarchitecture Rubin pada 2026 dengan integrasi HBM4.

Potensi Pasar Memori AI Terus Tumbuh
SK Hynix memperkirakan pasar global untuk memori HBM yang digunakan khusus untuk AI akan tumbuh sekitar 30% per tahun hingga 2030, dengan nilai pasar mencapai puluhan miliar dolar AS. Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan akselerator AI serta investasi besar dari perusahaan hyperscaler seperti Amazon, Google, dan Microsoft.


Sumber: TechPowerUp

Exit mobile version