8 Agustus 2025 – Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mencuat dalam sorotan politik dan industri teknologi setelah menyerukan pengunduran diri CEO Intel, Pat Gelsinger. Seruan ini muncul melalui unggahan di platform sosial medianya, Truth Social, sebagai respons atas langkah strategis Intel yang memperluas operasional produksi chip ke Jerman alih-alih memperkuat manufaktur di dalam negeri.
Kritik Terhadap Kebijakan Ekspansi Global Intel
Trump menuding Gelsinger gagal memprioritaskan kepentingan nasional Amerika Serikat dengan membangun fasilitas produksi utama di Eropa. Menurutnya, keputusan ini bertentangan dengan semangat revitalisasi industri dalam negeri yang selama ini ia dorong, terutama di sektor strategis seperti semikonduktor.
Pernyataan ini merujuk langsung pada rencana pembangunan pabrik chip Intel senilai miliaran dolar di Magdeburg, Jerman—bagian dari ekspansi global Intel untuk memperkuat supply chain dan mengurangi ketergantungan terhadap Asia. Meski proyek ini didukung oleh insentif besar dari Uni Eropa, Trump menilai langkah tersebut sebagai bentuk pengabaian terhadap potensi dan pekerja lokal AS.
Respon Intel dan Latar Belakang Strategis
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Intel atau Gelsinger terkait komentar Trump. Namun, publik mengetahui bahwa Intel memang telah mengambil arah strategis global dengan membagi produksi ke beberapa wilayah dunia—termasuk investasi besar di Arizona, Ohio, dan Israel, di samping Eropa.
Kebijakan ini diklaim sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas manufaktur global, menjaga stabilitas pasokan, dan mematuhi berbagai kebijakan insentif dari pemerintah lokal. Dalam pandangan industri, diversifikasi lokasi produksi justru menjadi kunci untuk menghindari gangguan rantai pasok seperti yang terjadi selama pandemi.
Dampak Politik dan Industri
Pernyataan Trump ini muncul di tengah dinamika pemilu presiden AS yang kian memanas, di mana isu ketahanan industri dalam negeri kembali menjadi topik utama. Meski tidak lagi menjabat, pengaruh politik Trump tetap kuat di kalangan konservatif dan bisa memicu tekanan terhadap kebijakan ekspansi luar negeri oleh perusahaan-perusahaan teknologi besar.
Seruan pengunduran diri CEO Intel juga mencerminkan meningkatnya ketegangan antara kebijakan industri berbasis globalisasi dan agenda politik nasionalis yang menuntut prioritas domestik. Bagaimana Intel menanggapi tekanan ini akan menjadi perhatian penting bagi investor, regulator, dan pelaku industri teknologi di seluruh dunia.
Sumber: TechPowerUp
