Malware Baru ‘Plague’ Serang Perangkat Linux, Sisipkan Backdoor dan Hapus Jejak SSH

Peneliti keamanan siber mengungkap malware baru bernama Plague yang menargetkan perangkat berbasis Linux, menyusupkan backdoor, dan secara diam-diam menghapus jejak sesi SSH untuk menghindari deteksi. Plague didesain untuk operasi jangka panjang dengan tetap tersembunyi, sehingga memperbesar risiko kompromi sistem secara mendalam.

🦠 Plague: Malware Backdoor yang Diam-Diam Mematikan

Plague memanfaatkan sistem Linux yang rentan, terutama server yang terbuka ke internet, untuk menyusup dan menanamkan dirinya sebagai backdoor persistens. Setelah berhasil masuk, malware ini:

📁 Teknik Persistensi dan Kamuflase Canggih

Plague menggunakan berbagai teknik stealth yang umum di malware tingkat lanjut:

Selain itu, malware ini dilengkapi custom shell script untuk menginisialisasi backdoor secara dinamis sesuai konfigurasi sistem target.

🛡️ Vektor Serangan dan Target Utama

Meskipun metode penyebaran masih diteliti, Plague diperkirakan menyusup melalui:

Target utamanya adalah server berbasis Linux yang dikelola secara remote—baik untuk keperluan hosting, cloud, maupun infrastruktur internal organisasi.

🔍 Ancaman Serius untuk Server Tanpa Pemantauan Ketat

Dengan kemampuan menyembunyikan jejak dan mempertahankan akses backdoor, Plague bisa digunakan untuk:

Karena malware ini menghapus jejak SSH secara otomatis, administrator mungkin tidak menyadari adanya intrusi bahkan setelah aktivitas berlangsung selama berbulan-bulan.

Langkah Mitigasi Disarankan


Sumber: New Plague malware backdoors Linux devices, removes SSH session traces

Exit mobile version