Dalam pernyataan yang cukup mengejutkan, perusahaan AI Anthropic menyatakan bahwa beberapa insinyur OpenAI diketahui menggunakan kode Claude dalam proses internal mereka menjelang peluncuran GPT-5. Klaim ini memperkuat ketegangan yang berkembang di antara dua perusahaan AI raksasa yang dulunya memiliki hubungan dekat sebelum berpisah secara strategis.
🤖 Kode Claude Jadi Rujukan Tim OpenAI
Anthropic, yang dikenal sebagai pengembang dari model bahasa Claude, menyebutkan bahwa tim OpenAI telah memanfaatkan kemampuan coding Claude AI untuk tugas-tugas tertentu. Hal ini termasuk pembuatan skrip internal, otomatisasi debugging, hingga pemrosesan data pelatihan.
Menurut juru bicara Anthropic, fenomena ini “mencerminkan keunggulan Claude dalam pemahaman dan penulisan kode yang bersih, modular, dan efisien.” Meski tidak disebutkan nama individu atau rincian spesifik proyek, mereka menegaskan bahwa data tersebut berasal dari laporan penggunaan API dan umpan balik komunitas.
⚙️ Persaingan Makin Ketat di Balik Layar GPT-5
OpenAI saat ini tengah mempersiapkan peluncuran GPT-5, model generatif terbaru yang digadang-gadang akan membawa peningkatan besar dalam hal pemahaman multimodal, reasoning kompleks, serta efisiensi penggunaan sumber daya. Penggunaan Claude oleh sebagian insinyur internal OpenAI menimbulkan pertanyaan menarik terkait ketergantungan silang antara kompetitor, bahkan di tingkat teknis.
Namun, belum ada konfirmasi resmi dari pihak OpenAI terkait klaim ini. Spekulasi pun bermunculan, mengingat banyak developer dan tim AI modern menggunakan berbagai alat LLM lintas vendor untuk mempercepat pengembangan model atau sistem pendukung.
🔄 Persaingan yang Dibalut Kolaborasi Diam-diam?
Meskipun Anthropic dan OpenAI saat ini bersaing langsung di ranah AI generatif, mereka sama-sama lahir dari akar ide yang serupa: mengembangkan AI yang aman, transparan, dan bertanggung jawab. OpenAI sempat didirikan oleh beberapa tokoh yang kemudian memisahkan diri untuk membentuk Anthropic — menjadikan dinamika persaingan ini semakin kompleks.
Fenomena penggunaan alat dari kompetitor juga bukan hal asing dalam dunia teknologi, terlebih dalam ekosistem open API dan integrasi LLM yang kian cair. Namun, pernyataan terbuka seperti ini jarang terjadi, apalagi menjelang rilis besar seperti GPT-5.
📌 Implikasi Lebih Luas di Industri AI
Klaim dari Anthropic tidak hanya menjadi headline menarik, tapi juga menyoroti pentingnya interoperabilitas di antara model-model AI canggih saat ini. Dengan banyak perusahaan mengadopsi pendekatan multimodel dan multi-agent, penggunaan alat dari kompetitor bisa jadi bukan kelemahan — melainkan bagian dari strategi efisiensi.
Sumber: Anthropic says OpenAI engineers using Claude code ahead of GPT-5 launch
