FBI Sita Bitcoin Senilai $24 Juta dari Operasi Ransomware “New Chaos”

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) mengumumkan penyitaan aset kripto senilai lebih dari $24 juta dalam bentuk Bitcoin dari kelompok peretas di balik operasi ransomware yang dikenal sebagai “New Chaos”. Aksi ini merupakan bagian dari upaya penegakan hukum siber global yang semakin agresif terhadap kelompok kriminal yang memanfaatkan ransomware untuk mendapatkan keuntungan ilegal.

Operasi Gabungan FBI dan Mitra Internasional

Menurut laporan resmi, penyitaan ini dilakukan sebagai hasil investigasi mendalam yang melibatkan FBI bersama mitra internasional, termasuk lembaga penegak hukum dari Eropa dan Asia. Dana sebesar 424,000 XBT (Bitcoin) disita dari dompet digital yang diyakini dikendalikan oleh operator ransomware New Chaos, yang aktif dalam melakukan serangan terhadap perusahaan dan institusi publik.

FBI menyatakan bahwa penyitaan dilakukan berdasarkan perintah pengadilan, dengan tuduhan bahwa Bitcoin tersebut merupakan hasil dari pembayaran tebusan yang dipaksakan melalui serangan siber.

Siapa Itu “New Chaos”?

New Chaos adalah nama sandi yang digunakan oleh otoritas untuk menyebut kelompok ransomware baru yang muncul dalam beberapa tahun terakhir. Kelompok ini menggunakan teknik enkripsi canggih dan taktik pemerasan ganda—tidak hanya mengenkripsi data korban, tapi juga mengancam akan membocorkannya ke publik jika tidak dibayar.

Mereka menyasar berbagai sektor, mulai dari infrastruktur penting hingga perusahaan teknologi dan kesehatan. Berdasarkan analisis forensik digital, kelompok ini menggunakan infrastruktur dark web untuk beroperasi secara anonim dan menerima pembayaran tebusan dalam bentuk mata uang kripto, terutama Bitcoin.

Dampak dan Arah Penindakan Selanjutnya

Penyitaan ini dianggap sebagai langkah besar dalam memutus aliran dana kelompok ransomware. Selain menyita aset, FBI juga berhasil mengidentifikasi beberapa identitas terkait dengan akun kripto yang digunakan. Meski belum diumumkan adanya penangkapan, penyelidikan terhadap pelaku utama masih terus berlangsung.

Pejabat FBI menegaskan bahwa kerja sama internasional adalah kunci dalam memerangi ransomware, terutama karena pelaku seringkali beroperasi lintas negara. Mereka juga mengimbau perusahaan untuk tidak membayar tebusan dan segera melaporkan insiden ke otoritas berwenang.

Komitmen Terhadap Keamanan Siber

Dalam beberapa tahun terakhir, serangan ransomware telah menjadi ancaman utama terhadap stabilitas digital global. Pemerintah AS meningkatkan tekanan terhadap infrastruktur keuangan dan teknologi yang digunakan oleh kelompok ini, termasuk memperkuat regulasi terhadap platform kripto yang berpotensi digunakan untuk pencucian uang hasil kejahatan digital.

Dengan penyitaan ini, otoritas berharap dapat memberi sinyal tegas bahwa tidak ada tempat aman bagi pelaku ransomware di dunia maya.


Sumber: FBI Seizes $24M in Bitcoin From ‘New Chaos’ Ransomware Operation

Exit mobile version