Ingram Micro, salah satu distributor TI terbesar di dunia, mengonfirmasi sedang memulihkan sistem yang terdampak setelah mengalami serangan ransomware yang menyebabkan gangguan operasional global sejak akhir Juni 2025.
Ringkasan
Pada awal Juli 2025, Ingram Micro menghadapi serangan ransomware besar-besaran yang memengaruhi infrastruktur TI mereka di berbagai wilayah. Perusahaan kini menyatakan bahwa pemulihan sistem telah dimulai secara bertahap, meski belum mengungkap detail teknis serangan maupun pelaku di baliknya.
Kronologi Singkat:
- Insiden terjadi pada akhir Juni, memaksa penghentian sebagian sistem internal dan layanan pelanggan.
- Operasi di beberapa region seperti Amerika Utara, Eropa, dan Asia dilaporkan terganggu.
- Beberapa mitra mengeluhkan keterlambatan pengiriman dan akses sistem distribusi.
Status Pemulihan:
- Tim IT internal bekerja 24/7 untuk memulihkan sistem yang terkena dampak.
- Ingram Micro bekerja sama dengan pakar forensik eksternal dan otoritas penegak hukum.
- Operasi logistik mulai berjalan kembali, namun beberapa proses masih bersifat manual.
Pernyataan Resmi:
“Kami memprioritaskan pemulihan layanan dan keamanan data pelanggan. Investigasi menyeluruh sedang berlangsung.”
— Juru Bicara Ingram Micro
Dampak Potensial:
- Distribusi hardware dan software global dapat terganggu dalam beberapa minggu ke depan.
- Menyoroti kerentanan rantai pasok teknologi terhadap serangan siber.
- Belum ada bukti bahwa data pelanggan bocor, namun investigasi masih berlangsung.
Spekulasi & Ancaman:
- Belum ada grup ransomware yang mengklaim tanggung jawab.
- Kemungkinan termasuk dalam gelombang serangan ransomware terhadap sektor distribusi dan logistik yang meningkat belakangan ini.
Saran Bagi Mitra & Pelanggan:
- Pantau komunikasi resmi dari Ingram Micro terkait pemulihan layanan.
- Waspadai potensi phishing atau penyalahgunaan data pasca-insiden.
- Pastikan prosedur continuity planning dan vendor assessment diperbarui.
