Peretas Manfaatkan Tool Shellter yang Bocor untuk Sebar Malware Pencuri Data

Para peneliti keamanan menemukan bahwa aktor jahat kini menyalahgunakan Shellter, sebuah tool red teaming populer, yang baru-baru ini bocor secara publik. Tool ini kini dimodifikasi dan digunakan untuk menyebarkan malware infostealer, termasuk pencuri informasi seperti Agent Tesla, LokiBot, dan RedLine Stealer, ke berbagai target secara global.

Ringkasan Singkat

Shellter pada dasarnya dirancang untuk membantu profesional keamanan dalam melakukan pengujian penetrasi. Namun, setelah versi penuh Shellter Pro bocor di forum bawah tanah, tool ini berubah fungsi menjadi senjata utama kelompok peretas dalam menyebarkan malware pencuri data.

Shellter bekerja dengan cara menyisipkan payload jahat ke dalam executable Windows yang sah, menjadikannya sulit dideteksi oleh antivirus karena tampak seperti aplikasi biasa.

Cara Serangan Berlangsung

Infostealer yang Terdeteksi

  1. Agent Tesla – mencuri input keyboard, clipboard, dan data browser
  2. LokiBot – menargetkan password manager, klien FTP, dan data sistem
  3. RedLine Stealer – spesialis pencuri data browser dan cryptocurrency wallet

Penggunaan Shellter memperumit deteksi karena file hasil modifikasinya sering kali terlihat “bersih” secara statik dan lolos dari analisis awal antivirus.

Mengapa Ini Berbahaya?

Peneliti dari Cyfirma menyarankan agar pengguna dan admin sistem meningkatkan pemantauan file executable mencurigakan, serta memperkuat filter email dan endpoint protection.

Tips Perlindungan

Sumber

https://www.bleepingcomputer.com/

Exit mobile version