Enam Tips Bekerja Dengan Atasan Yang Lebih Muda

Enam-Tips-Bekerja-Dengan-Atasan-Yang-Lebih-Muda

Seseorang yang menduduki posisi atasan biasa identik dengan sosok yang karismatik, berpengalaman, berwibawa, dan seringkali diasosiasikan dengan kelompok usia tertentu. Namun pergeseran tren budaya kerja dan ketergantungan pada teknologi kini menciptakan skenario baru di dunia kerja di mana kreativitas dan semua yang serba cepat dijunjung tinggi. Salah satu fenomena yang terlihat adalah semakin banyaknya bermunculan individu generasi muda yang memegang posisi manajerial bahkan atasan perusahaan. Anda mungkin mulai paham bagaimana bekerja sama dengan kolega yang lebih muda, namun bagaimana jika Anda dan atasan beda generasi?

  1. Jangan Berasumsi
    Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah membuang jauh-jauh semua persepsi yang Anda miliki perihal usia. Jangan terjebak anggapan bahwa bos yang lebih muda berarti mereka hanya sekedar beruntung, minim pengalaman, atau kurang kompeten. Cobalah berpikir positif dan beri atasan Anda kesempatan untuk menunjukkan bahwa beliau memang memiliki kelebihan tersendiri dan pantas menduduki posisi sebagai atasan.
  2. Selalu Menunjukkan Rasa Hormat
    Berapa pun usianya, beliau tetap merupakan atasan Anda dan selayaknya atasan di situasi apa pun, Anda perlu memberi rasa hormat sepantasnya. Pasti ada alasan logis mengapa beliau menduduki posisi tersebut, jadi hindari menyebar gosip atau menganggap remeh atasan Anda hanya karena usia beliau yang masih muda.
  3. Beri Bantuan Dengan Hati-Hati
    Bagian terbesar dari pekerjaan Anda umumnya adalah untuk menunjang performa kerja atasan Anda, jadi jika atasan Anda kemudian mengalami kesulitan, bersiaplah untuk memberi bantuan sebisa mungkin. Satu hal yang perlu Anda ingat adalah jangan berusaha menjadi mentor atau berusaha menggurui, kecuali Anda diangkat menjadi penasehat. Fokus saja untuk menyajikan data, informasi, dan fakta yang dibutuhkan beliau untuk melaksanakan pekerjannya dengan baik.
  4. Mencari Perspektif Baru
    Jika terjadi benturan antara Anda dan atasan, jangan keburu menyerah atau meledak. Coba diskusikan hal ini dengan kolega atau teman yang pernah mengalami hal serupa. Jika menurut Anda masalahnya terletak di perbedaan cara komunikasi dan gaya berpikir, coba juga bicarakan hal ini dengan kenalan Anda yang usianya tidak jauh dari usia atasan Anda agar Anda bisa mendapat input tentang pola pikir dan sudut pandang sang atasan. Kuncinya adalah untuk selalu berusaha mengakomodasi dan menjembatani perbedaan agar tidak menjadi sumber masalah.
  5. Membuka Diri Pada Perubahan
    Cepat atau lambat, Anda harus menerima kenyataan bahwa segala hal akan tergantikan oleh hal yang baru. If you can’t beat them, join them. Bekerja dengan atasan yang lebih muda memberi Anda kesempatan untuk melihat hal-hal baru, baik dalam bentuk ide unik, penggunaan teknologi, atau cara mengambil keputusan. Semakin cepat Anda mengadopsi mindset optimistik ini, maka akan semakin mulus hubungan kerja Anda dengan sang atasan.
  6. Jadikan Motivasi
    Memiliki atasan lebih muda kadang kala memang membuat diri Anda rentan terserang minder dan hilang kepercayaan diri. Jadikan ini pengingat bagi Anda untuk selalu memperbarui keahlian dan lingkup network Anda. Pertama-tama, dengan terus mengembangkan diri, Anda akan menjadikan diri sebagai aset berharga bagi perusahaan. Selain itu, keahlian dan kenalan baru akan meningkatan kepercayaan diri Anda dan bisa jadi membuka pintu kesempatan baru yang tidak terduga.

Leave a Reply

%d bloggers like this: