Enam Keuntungan Bekerja Dengan Atasan Yang Menyebalkan

angry-boss-56931d610e13c

Atasan menyebalkan yang membuat kehidupan kerja Anda tidak nyaman tentu membuat siapa saja tidak sabar melirik pintu keluar menuju kebebasan. Sebelum Anda bergerak menuju kantor bos Anda untuk minta dilepaskan dari cengkraman teror beliau, coba pertimbangkan dulu beberapa keuntungan yang bisa Anda peroleh sebagai pegawai jika Anda mau dan mampu bertahan ‘ditempa’ tantangan kerja yang satu ini.
1. Menjadi Contoh 
Tidak ada guru yang lebih baik dari pengalaman, terutama pengalaman buruk. Semua aspek dan sifat yang tidak Anda sukai dari atasan Anda selamanya akan terpatri dalam benak Anda sebagai hal-hal yang tidak akan Anda lakukan jika Anda menduduki posisi senior nantinya. Ketika Anda bekerja dalam tim sekalipun, Anda juga akan berusaha untuk menjadi pemimpin yang lebih baik untuk anggota Anda.

2. Melatih Kesabaran
Coba dihitung, sudah berapa kali Anda menggigit lidah menahan kata-kata pedas balasan atau menghitung hingga 10 dalam benak Anda untuk mencegah amarah meledak? Jika Anda punya atasan yang jauh dari ideal, tidak jarang Anda akan merasa geram hingga emosi mencapai ubun-ubun. Namun hari demi hari Anda tetap berusaha tenang dan sabar karena Anda adalah pegawai yang profesional. Percayalah, usaha Anda memupuk kesabaran tidak akan sia-sia. Emosi yang akan meledak saja bisa Anda buat reda, hal-hal kecil dalam hidup pun tidak akan lagi mudah membuat Anda kesal.

3. Membangun Keakraban Tim
Besar kemungkinan Anda bukan satu-satunya anggota kantor yang memiliki pendapat tertentu mengenai sang atasan. Adanya kesamaan ini tentu membentuk sejenis simpati antar satu sama lain dan memupuk kedekatan. Eits, tapi ingat agar Anda tetap hati-hati saat membicarakan beberapa topik sensitif yang berkaitan dengan atasan.

4. Membuat Anda Lebih Teliti
Satu kesamaan yang dimiliki semua atasan, yang baik maupun yang kurang baik, adalah mereka tidak menyukai kesalahan. Ya, siapa yang suka juga, sih? Walau begitu, atasan yang baik mungkin akan menuntun Anda dan lebih pengertian. Nah, bagaimana dengan atasan yang satu lagi? Karena itu, selama bekerja di bawah atasan yang kurang ideal, rasa disiplin dan ketelitian Anda akan terlatih dengan baik. Anda akan jauh lebih berhati-hati dan bertanggung jawab dalam mengambil keputusan karena jika melakukan kesalahan, Anda harus menjelaskan kesalahan Anda pada atasan Anda yang satu itu. Membayangkannya saja sudah seram, ya?

5. Melatih Kemampuan Komunikasi Anda
Ketika berhadapan dengan atasan yang bermasalah, mau tidak mau Anda perlu lebih berhati-hati dengan perkataan Anda. Kadang kala pemilihan kata dan waktu yang tepat bahkan lebih penting daripada isi pesan. Karena itu, Anda akan lebih cermat mengamati pergerakan suasana hati beliau dan cara Anda mengemas informasi. Keahlian yang satu ini bisa Anda aplikasikan saat berinteraksi dengan klien atau orang-orang dekat di kehidupan Anda.

6. Memberi Anda Perspektif Baru Tentang Pekerjaan Anda
Bekerja di kondisi penuh tekanan dari atas akan membuat Anda merefleksikan kembali prioritas dan goals Anda dalam hidup: Sejauh apa Anda akan bertahan untuk karier Anda? Seberapa penting kesuksesan karier bagi Anda? Mungkin Anda merasa apa yang Anda lakukan saat ini akan terbayar di penghujung hari dan mungkin juga situasi Anda saat ini akan menjadi katalis bagi Anda untuk mencoba sesuatu yang baru, sesuatu yang lebih baik.

Sumber: qerja.com

Leave a Reply

%d bloggers like this: