5 Tips Dekat Dengan Atasan Tanpa Menjilat

tips dekat dengan atasan tanpa menjilat-564c24281afa3

Tidak ada yang suka dengan pegawai yang suka menjilat. Tapi tunggu dulu: bagaimana kalau alih-alih menggunakan konotasi negatif ‘menjilat’, Anda menggunakan kata ‘pujian strategis’. Menurut studi dari beberapa universitas, memuji atasan terbukti efektif sebagai cara untuk diperhatikan atasan yang ujungnya berbuah hubungan baik, bahkan promosi promosi.

Walau begitu, berbaik-baik dengan atasan bukannya tak berisiko: jika tidak mahir melakukannya dengan ‘halus’, Anda bisa-bisa dicibir kolega dan dicap penjilat, apalagi jika atasan Anda terkenal blak-blakan dan tidak suka basa-basi. Kalau sudah begitu, lebih baik Anda langsung gagalkan misi! Karena itu, mendekati atasan dengan pujian adalah permainan strategi dan intrik yang perlu digunakan dengan hati-hati. Jangan sampai atasan Anda merasa Anda memuji hanya karena ada maunya.

Tentu saja tidak ada yang salah dengan main aman dan berusaha menjadi pegawai yang diperhatikan atasan dengan cara konsisten memberi hasil kerja yang berkualitas. Namun jika ada metode alternatif yang akan memberi dorongan ekstra pada karir Anda, mengapa tidak mencobanya?

1. Memuji Dalam Bentuk Meminta Panduan
Daripada langsung memberi kalimat manis, coba sembunyikan pujian Anda dalam bentuk meminta nasihat atau tips, misalnya saat atasan baru saja menyelesaikan sebuah proyek besar dengan sukses.  Selain berfungsi sebagai pujian terselubung, Anda akan tampak sebagai pegawai yang mau belajar dan menjadikan beliau sebagai panutan.

2. Pilih Waktu dan Kosa Kata Anda Dengan Baik
Coba bandingkan antara “Bapak pintar sekali!” dengan “Strategi Anda tadi tepat sekali untuk situasi X”. Daripada hanya memuji setiap saat seakan sudah otomatis terprogram, lontarkan pujian strategis sesuai waktunya. Jika situasi memungkinkan dan memang pantas, berikan pujian yang sesuai dengan kondisi.

3. Perhatikan Perkataan Beliau dan Jadikan Referensi
Saat sedang rapat atau presentasi, kutip ucapan beliau mengenai satu topik yang relevan. Lebih baik lagi jika atasan Anda juga ada di situ. Dengan begitu, Anda akan tampak benar-benar memberi perhatian penuh ketika beliau sedang berbicara dan mampu menerapkannya.

4. Jadi ‘Yes Man’ Yang Cerdas
Anda tidak perlu langsung setuju dengan semua perkataan beliau, atau setidaknya, tidak langsung mengiyakan. Ketika Anda sedang membahas strategi atau cara kerja proyek, coba beri counter argument dan opini yang bertolak belakang sebelum nantinya menyetujui pandangan beliau. Mereka yang mencoba mengambil hati atasan cenderung mengiyakan dan menyetujui pandangan atasan, jadi jika Anda melakukannya dengan sedikit berbelit-belit, Anda tidak akan dicurigai sedang berusaha menjilat.

5. Cari Tahu Tentang Minat Atasan dan Selipkan Dalam Pembicaraan
Katakanlah Anda dan atasan kebetulan punya waktu untuk berbincang kasual. Anda bisa sambil lalu berbincang mengenai pendidikan jika Anda tahu beliau tertarik dengan sektor tersebut. Jika Anda tahu beliau terlibat organisasi atau volunteer tertentu, tanyakan mengenai keikutsertaan beliau. Kebanyakan orang senang berbicara dan berbagi tentang minat mereka, jadi Anda bisa mencoba menanyakan beberapa pertanyaan atau berbagi informasi relevan yang Anda ketahui.

Anda punya cara lain untuk mengakrabkan diri dengan atasan dengan cara yang halus dan elegan? Beri tahu kami di kolom komentar di bawah ini.

Sumber: qerja.com

Leave a Reply

%d bloggers like this: