Eat, Pray, Love

Sinopsis:
Buat kebanyakan orang, Elizabeth Gilbert (Julia Roberts) adalah orang beruntung yang telah memiliki segalanya dalam hidup ini. Ia punya suami, punya rumah, dan terlebih dari itu, ia punya karier yang bagus. Sayang, apa yang terlihat dari luar belum tentu sama dengan apa yang dirasakan di dalam.

Gagal membangun rumah tangga idaman dan terpaksa harus bercerai dari suaminya membuat Elizabeth merasa kehilangan arah. Perlahan namun pasti ia mulai merasakan bahwa selama ini ia telah tersesat. Ia tak tahu lagi apa yang ia inginkan dalam hidup ini. Di titik nadir inilah Elizabeth lantas membuat sebuah keputusan besar. Ia ingin berkeliling dunia untuk mencari jatidirinya yang hilang.

Dalam perjalanan ini, Elizabeth menemukan makna sejati kenikmatan dengan makan di Italia. Ia juga menemukan kekuatan doa saat berkunjung ke India dan akhirnya, tanpa disadari, ia menemukan kedamaian dalam cinta sejati yang ia dapatkan saat ia berada di Bali. Dari perjalanan ini pula Elizabeth menyadari bahwa sebenarnya ada banyak cara untuk membebaskan diri dan melihat dunia.

Review:
Saat Elizabeth Gilbert membukukan perjalanan panjangnya ke tiga negara, seketika buku itu jadi buku yang laris manis. Bahkan kabarnya buku yang juga berjudul EAT, PRAY, LOVE ini sempat bertengger di jajaran Best Sellers New York Times selama 150 pekan. Bisa dibayangkan bagaimana suksesnya buku ini dan tentu saja, seperti biasa, kesuksesan ini memikat Hollywood untuk membuat adaptasinya.

Menerjemahkan sebuah novel ke dalam bentuk visual memang selalu mengalami masalah. Pasti ada roh yang tak bisa ditransfer ke media lain dan kasus yang sama sepertinya juga dialami oleh buku ini. Ryan Murphy, sang sutradara, sepertinya juga tak berhasil menangkap jiwa dari buku setebal 352 halaman ini. Paling tidak, perjalanan Elizabeth Gilbert dalam film ini terasa tak lebih dari sekedar perjalanan wisata biasa, padahal seharusnya perjalanan ini adalah sebuah pencarian.

Hasilnya, EAT, PRAY, LOVE ini jadi sebuah catatan perjalanan sepanjang hampir dua setengah jam. Soal visual memang tak ada masalah. Tiga negara dengan huruf awal ‘I’ ini saja sudah menjanjikan pemandangan yang bakal membebaskan mata dari monopoli pemandangan Amerika Serikat yang selalu kita tonton dalam film. Italia, India, dan tentu saja Indonesia yang diwakili Bali tertangkap dengan baik secara visual. Sayangnya, para pelakon dalam film ini yang terasa jadi tenggelam karenanya.

Julia Roberts memang bukan aktris baru. Ia sudah malang melintang di dunia film sejak lama namun sepertinya masalahnya memang sudah muncul sejak masih berbentuk naskah. Akibatnya, sebagus apa pun permainan Julia, yang terasa justru bukanlah sosok Elizabeth Gilbert yang sedang dalam ‘pencarian’. Chemistry antara Julia Roberts dan Javier Bardem pun tak terbentuk dengan baik seperti yang seharusnya. Tapi paling tidak, EAT, PRAY, LOVE ini sudah membantu Indonesia dalam mempromosikan pariwisata, terutama di pulau Bali.

Genre : Drama
Release Date : August 13, 2010
Director : Ryan Murphy
Script : Ryan Murphy, Jennifer Salt, Elizabeth Gilbert
Producer : Brad Pitt, Dede Gardner, Jeremy Kleiner, Julia Roberts, Stan Wlodkowski, Tabrez Noorani
Distributor : Columbia Pictures
Duration : –
Budget : –
Official Site : www.letyourselfgo.com

Leave a Reply

%d bloggers like this: