Bandotan

(Ageratum conyzoides L)
Famili: Compositae (Asteraceae)

a. Uraian tumbuhan
BandotanTerna semusim, tumbuh tegak atau bagian bawah berbaring, tinggi 30–90 cm. Batang bulat berambut panjang, bercabang, akan ke luar akar bila menyentuh tanah. Tumbuhan gulma ini tumbuh liar di ladang, kebun, pekarangan, tepi jalan, atau di tepi saluran air pada ketinggian 1-2.100 m dpl. Daun tunggal, letak berhadapan bersilang, berbentuk bulat telur dengan pangkal membulat dan ujung runcing, tepi bergerigi, panjang 5–13 cm, lebar 0,5–6 cm, kedua permukaannya berambut panjang. Bunga majemuk malai rata, ke luar di ujung tangkai yang berambut, warna putih. Buah bulat panjang bersegi lima, gundul atau berambut jarang, hitam. Bijinya berwarna hitam, kecil. Daun yang layu dan membusuk akan mengeluarkan bau yang tidak enak. Ageratum houstonianum Mill. adalah jenis bandotan yang bunganya berwarna biru muda cerah.

b. Kandungan Kimia
Asam amino, organacid, minyak asiri coumarin, ageratochromene, friedelin, ?-sitosterol, stigmasterol, potasium chlorida.

c. Bagian yang digunakan
Daun dan batang muda (Agerati Folium / sheng hong ji)

d. Sifat dan khasiat
Sifatnya sedikit pahit, pedas, netral, masuk meridian paru dan pericardium. Khasiatnya menurunkan panas, antitoksik, menghilangkan pembengkakan, menghentikan perdarahan (hemostatik), peluruh haid (emenagog), peluruh kencing (diuretik), peluruh kentut (karminatif).

e. Indikasi
Tumbuhan ini diindikasikan untuk tumor rahim; juga digunakan untuk pengobatan demam, malaria, sariawan, radang tenggorokan, radang paru (pneumonia), perdarahan rahim, wasir, disentri, diare, kolik, muntah, perut kembung, mencegah kehamilan, menyegarkan badan, perawatan rambut, kencing sedikit, keseleo, reumatik. Pemakaian luar untuk radang telinga, sakit tenggorokan, sakit mata, bengkak, luka berdarah, bisul, eksim, borok, dan penyakit kulit lain termasuk lepra.

f. Cara pemakaian

  1. Herba segar sebanyak 30-60 g atau herba kering 15-30 g direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas atau ditumbuk. Air rebusan atau air perasan diminum sehari 1 gelas.
  2. Untuk pemakaian luar, herba segar ditumbuk sampai lumat dan ditempelkan di bagian tubuh yang sakit.
  3. Herba kering digiling menjadi bubuk, lalu tiupkan ke kerongkongan bila sakit tenggorokan.

Leave a Reply

%d bloggers like this: