Mengatasi Efek Kemoterapi Secara Alami

(Rubrik TERAPI, Majalah NIRMALA edisi April 2005)

Kemoterapi pada sebagian penderita kanker bias menimbulkan berbagai efek sampingan, meski sifatnya hanya semntara. Berikut ini disajikan beberapa cara alami untuk membantu mengatasi keluhan

OPERASI, terapi radiasi, kemoterapi, terapi hormone adalah pengobatan yang memang dirancang untuk membunuh dan menghentikan pertumbuhan sel kanker. Sayangnya, biarpun terapi-terapi tersebut telah dirancang untuk menghancurkan sel kanker, pada praktiknya juga bias merusak jaringan sel yang sehat yang terletak di dekat sel yang sedang diterapi. Jadi selama perawatan, tubuh kita akan bekerja ekstra keras untuk melawan, memperbaiki dan menyembuhkan dirinya sendiri.

Bagian tubuh yang biasanya rentan pada efek samping pengobatan kanker diantaranya adalah mulut, saluran pencernaan, dan rambut karena sel-sel di bagian tersebut tumbuh dengan cepat. Kerusakan sel-sel sehat di bagian mulut dan saluran pencernaan bias menimbulkan masalah seperti hilangnya nafsu makan, pusing, muntah-muntah, diare dan sembelit, sariawan, bibir mongering, perubahan selera, hilangnya berat badan, penambahan berat badan, dan keletihan.

Jenis efek samping yang timbul, umumnya tergantung dari bagian tubuh yang diterapi, tipe dan lama terapi, serta jumlah terapi. Setiap orang memiliki respon yang berbeda, dan untungnya tidak setiap orang menderita efek samping selama terapi kanker. Namun bagi yang menderita efek samping, berikut ini beberapa cara alami untuk mengatasinya, dari Dr. Andrew Weil.

Mengatasi Kelelahan
Kelelahan adalah keluahn penderitam kanker yang paling umum. Maksudnya di sini bukan rasa lelah seperti yang biasa dialami oleh orang yang habis bekerja keras atau berolah raga. Namun rasanya tenaga seolah terkuras habis, kehilangan energi yang seringkali tak teratasi dengan beristirahat. Tingkat keletihan tersebut berbeda-beda pada setiap pasien, dan biasanya sangat tergantung pada penyebabnya. Rasa lelah bisa disebabkan oleh kemoterapi, radiasi, stres, depresi, atau kankernya sendiri. Bisa juga disebabkan oleh anemia yang membutuhkan terapi medis. Beberapa cara berikut ini bisa membantu meningkatkan energi tubuh.

Hemat energi Dengan perencanaan yang baik, waktu bekerja dan beristirahat bisa diseimbangkan. Sebaiknya buatlah skala prioritas dalam mengerjakan tugas, dan usahakan untuk mendelegasikan sebagian tugas harian. Gunakan energi hanya untuk aktivitas yang penting, dan mintalah bantuan dari anggota keluarga dan teman-teman.

Gunakan herba Jenis herba yang bisa membantu meningkatkan energi tubuh misalnya ginseng. Mungkin diperlukan waktu beberapa minggu untuk melihat hasilnya. Untuk lebih jelasnya, sebelum mengkonsumsi, konsultasikan lebih dulu dengan praktisi TCM (Traditional Chinese Medicine) yang biasa menggunakan herba dan akunpunktur untukn mengatasi efek samping kemoterapi.

Pengobatan energi Jenis terapi senergi seperti9 Reiki atau Prana juga bisa membantu mengatasi kelelahan. Kunjungi praktisi Reiki atau Prana untuk mendapatkan pengobatan. Atau, bisa juga mendatangi tempat pelatihan Reiki atau Prana, karena di sana Anda bisa langsung belajar untuk mengobati diri sendiri. Pengobatan dengan energi seperti Reiki relatif mudah dipelajari oleh siaiapun dan dalamw aktu singkat bisa dimanfaatkan untuk mengobati.

Olahraga Rasanya memang berat untuk berolahraga dalam kondisi sakit, tetapi kurangnya aktivitas fisik bisa memperburuk kondisi. Berdasarkan penelitian, aktivitas yang tak terlalu berat seperti berjalan atau bersepeda santai dapat mengurangi kelelahan akibat kanker, selain mampu mengatasi stres. Tetapi sebelumnya, konsultasikan dulu dengan dokter anda. Lalu mulailah selama dua atau tiga menit sekali lalu perpanjangang waktunya hingga mencapai 30 menit setiap hari, lima hari dalam semingga. Bentuk-bentuk latihan seperti yoga dan tai-chi juda merupakan pilihan olahraga yang baik.

Kendalikan emosi Perasaan stress, marah, depresi atau cemas selama perawatan adalah normal, tetapi emosi-emosi semacam ini bisa menurunkan kondisi fisik dan mental. Gunakan tekhnik relaksasi seperti pernapasan atau meditasi untuk mengatasi emosi negatif. Selain itu, buatlah catatan harian, ikut pertemuan grup yang mendukung usaha anda menuju penyembuhan atau kunjungi terapis yang bisa membantu dampak emosional akibat kanker.

Mengatasi Mual
Beberapa obat kemoterapi, sebagaimana terapi radiasi pada bagian perut, bisa menimbulkan mual. Obat anti mual keluaran baru, pada umumnya bisa membantu mengatasi masalah ini, tetapi masalah ini, tetapi bila obat tersebut tidak banyak membantu, cobalah cara berikut ini.

Herba Berdasarkan penelitian, jahe bisa membantu mnegatasi mual akibat kemoterapi. Jahe bisa dinikmati dalam bentuk minuman atau permen. Makan satu atau dua potong permen jahe sebelum dan sesudah terapi bisa membantu mengurangi mual.

Akupuntur Tusukan jarum akupunturpada bagian tertentu bisa mengatasi mual sehabis kemoterapi. Buatlah janji dengan praktisi akupuntur segera setelah selesai kemoterapi atau radiasi. Lakukan setiap kali selesai kemoterapi atau radiasi dan teruskan selama terapi kanker.

Hypnosis Mual juga bisa diatasi dengan self-hypnosis. Tekhnik ini bisa dipelajari dari seorang praktisi untuk kita praktikan sendiri di rumah. Atau, kita juga dapat meminta praktisi tersebut membantu mengatasi ketidaknyamanan pada perut kita dengan hipnosis.

Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Kemoterapi dapat menurunkan kemampuan sel darah putih dalam memerangi infeksi. Dengan begitu, penderita kanker bisa lebih mudah terkena batuk pilek. Karena itu, ada baiknya menghindari keramaian atau kontak langsung dengan orang sakit selama perawatan kanker. Sebaiknya juga lebih rajin mencuci tangan sampai bersih betul. Usahakan juga untuk cukup beristirahat dan olahraga, serta mempraktikkan latihan relaksasi. Untuk sementara, hindari mengkonsumsi makanan yang berisiko tinggi terkontaminasi bakteri seprti sushi dan sashimi, begitu juga caesar sald dan milkshake yang menggunakan campuran telur mentah.

Mengatasi Radiasi
Kulit pada bagian yang mendapat terapi untuk sementara biasanya nampak merah atau teriritasi. Hal ini bisa diatasi dngan cara berikut.

kunyit (turmeric)Kunyit Menurut penelitian, kunyit bisa membantu melindungi kulit dan masalah kulit akibat radiasi. . jadi meminum minuman yang terbuat dari kunyit sebelum terapi radiasi bisa membantu.

Aloe Vera (Lidah Buaya) Meski belum diteliti secar ilmiah, gel asli dari tanaman lidah buaya telah sering digunakan untuk mengobati luka bakar akibat radiasi. Penggunaan gel lidah buaya sehabis terapi bisa membantu. Mengoleskan secara lembut krim vitamin E atau minyak pada kulit yang terluka akibat radiasi bisa juga menenangkan.

‘menjaga kecerdasan’
Beberapa pasien yang mendapat kemoterapi, bisa saja mengalami kehilangan memori dan penurunan fungsi kognitif seusai terapi. Hal ini pernah ditemukan pada 40 pasien dari penderita kanker payudara yang diteliti. Sampai sekarang belum diketahui penyebnya secara pasti. Namun diduga, kemoterapi menyebabkan tubuh menyebabkan senyawa kimia yang meningkatkan peradangan dan menurunkan funsi kognitif. Dalam banyak kasus, hal ini akan pulih kembali sekitar setahun atau dua tahun setelah berakhirnya terapi. Untuk menguranginya, lakukan beberapa strategi untuk meningkatkan memori dan daya pikir berikut ini.

Membuat jurnal Catatlah informasi yang penting pada kalender, jurnal, atau organizer harian sehingga memudahkan untuk mengingat. Bila perlu, mintalah orang-orang disekeliling untuk membantu mengingatkan hal-hal penting yang harus dilakukan.

Melatih fisik dan Mental Membaca, mengisi teka-teki silang, dan melatih memori dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif. Begitu juga dengan melakukan aktivitas fisik.

Mengatasi Sariawan
Terkadang kemoterapi dan radiasi juga bisa melukai membran dalam mulut yang akhirnya menimbulkan sariawan. Akibatnya, penderita. Menjadi sulit makan, menelenan, atau behkan sekedar berbicara. Memang hal ini akan berlalu setelah terapi usai, namun ada yang bisa kita lakukan untuk ketidaknyamanan.

Hindari Sumber Iritasi Selama perawatan, usahakan untuk menghindari makanan yang pedas, asin, dan yang rasanya asam (sperti jeruk dan tomat) karena bissa mempermudah timbulnya sariawan. Hindari juga minuman beralkohol yang akan membuat kondisi semakin buruk.

Gunakan Deglycyrrhizinated licorice (DGL) Tablet DGL bisa membantu melindungi membran mukosa dan mempercepat penyembuhan. Kunyah tablet DGL diantara waktu makan. Kunyah tablet DGL diantara waktu makan. Tapi konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Glutamine Pasien kanker yang menggunakan asam amino glutamin untuk berkumur, biasanya lebih sedikit yang mengalami rasa sakit di dalam mulut. Bubuk glutamin yang biasanya tersedia di toko makanan kesehatan ini bisa dicampur air dan digunakan untuk berkumur beberapa kali sehari.

8 Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: