Furry Vengeance

Jangan pernah meremehkan kekuatan alam. Bila alam sudah murka, tak ada manusia yang bisa selamat dari amukan alam ini. Sayangnya Dan Sanders (Brendan Fraser) lupa pada petuah bijak ini. Tanpa pikir panjang lagi Dan memulai pembangunan perumahan walaupun itu artinya harus membuka lahan baru yang semula adalah hutan.

Buat Dan yang bekerja sebagai pengembang, peluang proyek baru ini akan mendatangkan keuntungan besar. Selama izin sudah dikantongi, tak ada yang perlu ditakutkan oleh Dan Sanders. Kalaupun ada pihak yang berusaha menggagalkan proyek ini, Dan siap menempuh jalur hukum. Sayangnya ada satu kemungkinan yang tak terpikirkan oleh Dan sebelumnya. Ada yang tak mungkin diselesaikan di meja hijau.

Saat menyadari kalau hutan tempat tinggal mereka akan segera diratakan dan dijadikan perumahan para binatang mulai merasa resah. Karena tak punya pilihan lain, para binatang ini memutuskan untuk melawan. Dalam waktu singkat, hutan yang semula tenang dan damai itu jadi medan perang antara binatang dan manusia. Kali ini Dan tak mungkin membawa para binatang ini ke meja hijau dan harus ada solusi damai di antara kedua pihak yang bertikai ini.

Orang bilang, sumber lelucon yang tak akan pernah basi adalah kemalangan orang lain. Meski terdengar sedikit tragis namun nyatanya sejak kecil kita sudah dibiasakan untuk menertawakan kemalangan orang lain. Kalau tidak percaya, coba saja tonton film-film kartun klasik seperti Micky Mouse, Donald Duck, Looney Tune dan lain sebagainya. Kalau Anda perhatikan, semuanya berisi kesialan orang lain dan bukannya merasa prihatin, kita malah menertawakan kesialan itu.

Terlepas dari tragis atau tidak, nyatanya Hollywood juga tak pernah berhenti menggali lelucon dari kesialan orang lain ini. Salah satu yang masuk kategori ini adalah film berjudul FURRY VENGEANCE ini. Sepanjang film berdurasi kurang lebih 90 menit ini kita disuguhi beraneka macam adegan kesialan yang menimpa karakter utama yang diperankan oleh Brendan Fraser.

Kalau melihat data di atas kertas, sepertinya film ini cukup menjanjikan. Pertama, ide menertawakan kesialan orang lain sudah jadi jaminan pasti. Kedua, Brendan Fraser juga berhasil memerankan tokoh yang selalu sial seperti ini dalam filmnya yang berjudul GEORGE OF THE JUNGLE. Sayangnya, formula ini tak berhasil kali ini. Nyatanya sampai saat ini film yang mulai diedarkan bulan April lalu ini masih belum berhasil mengembalikan modal awal selama produksi.

Masalahnya memang ada pada eksekusi dari ide menertawakan kesialan orang lain tadi. Mungkin ide ini akan berhasil saat diterapkan pada anak-anak namun akan jadi masalah saat ide yang sama ditawarkan pada orang dewasa. Seberapa banyak dari orang dewasa yang masih merasa ‘nyaman’ melihat kesengsaraan orang lain. Akhirnya, segala daya dan upaya Brendan Fraser untuk mengangkat pamor film ini pun sepertinya sia-sia belaka.

Genre : Comedy
Release Date : April 2, 2010
Director : Roger Kumble
Script : Michael Carnes, Josh Gilbert
Producer : –
Distributor : Summit Entertainment, LLC
Duration : –
Official Site : www.summit-ent.com

Source: KapanLagi

Leave a Reply

%d bloggers like this: