Alice in Wonderland

Tak terasa waktu telah bergulir dengan cepat. Alice (Mia Wasikowska) kini telah berusia 19 tahun dan melupakan segala petualangan yang sempat ia alami ketika masih kecil. Alice tak akan ingat jika saja petualangan itu tak datang lagi kepadanya tepat ketika ia sedang berada di sebuah pesta.

Alice yang sedang berada di sebuah pesta tiba-tiba menyadari bahwa ia akan segera dilamar di hadapan para pengunjung pesta saat itu. Merasa tak siap menghadapi itu, Alice pun mencoba untuk menghindar. Saat berusaha melarikan diri inilah Alice bertemu White Rabbit (Michael Sheen) yang membimbingnya masuk ke lubang yang ternyata menuju ke Wonderland.

Sepeninggal Alice sepuluh tahun sebelumnya, terjadi sebuah kudeta. Red Queen (Helena Bonham Carter) berhasil mengambil alih kekuasaan dari White Queen (Anne Hathaway). Seluruh penghuni Wonderland hanya bisa menunggu waktu yang tepat sambil mempersiapkan diri untuk merebut kembali kekuasaan dari Ratu yang jahat ini.

Kembali bertemu Cheshire Cat (Stephen Fry), Tweedledee dan Tweedledum (Matt Lucas), March Hare (Noah Taylor), Mad Hatter (Johnny Depp) dan Caterpillar (Alan Rickman), ingatan masa lalu Alice pun kembali. Kini Alice menjadi tumpuan harapan semua penghuni Wonderland yang telah lama hidup dalam tekanan.

Kisah petualangan Alice di Wonderland memang bukan cerita baru. Lewis Carroll telah menulis kisah ini di tahun 1865 dan setelah lewat seratus tahun, kisah ini tetap saja jadi salah satu kisah yang cukup menarik. Sebenarnya kalau mau jujur, kisah Alice di Wonderland ini bukanlah murni cerita untuk anak-anak. Kisah yang ditulis Lewis Carroll ini terlalu ‘suram’ untuk ukuran anak kecil. Banyak metafora yang tak akan dipahami anak kecil dan sepertinya itulah yang ingin dikomunikasikan Tim Burton kali ini.

Langkah pertama adalah membuat versi plesetan dari kisah klasik ini dan membuatnya lebih bisa diterima generasi sekarang. Tokoh Alice dibuat lebih dewasa dan bukan lagi anak-anak seperti dalam kisah aslinya. Setelah itu Tim memilih aktor dan aktris berkualitas seperti Johnny Depp, Anne Hathaway, dan Helena Bonham Carter lengkap dengan para pakar special effect dan bagian produksi yang juga sama andalnya. Setelah semua beres, barulah Tim Burton bebas mengekspresikan penafsirannya atas Wonderland atau yang di sini disebut Underland.

Hasilnya memang tak sekelam film-film Tim Burton sebelumnya namun cukup mampu memberikan visualisasi pada dunia Wonderland yang selama ini ada di benak Lewis Carroll. Depp seperti biasa tak mengalami masalah dengan karakter ‘aneh’ semacam Mad Hatter namun sepertinya kali ini yang mencuri perhatian justru adalah Helena Bonham Carter yang bermain sebagai Red Queen.

Source: KapanLagi

Leave a Reply

%d bloggers like this: