Valentine’S Day

Sejak berabad, tanggal 14 Februari selalu dirayakan sebagai hari kasih sayang. Orang menyebutnya hari Valentine. Dengan berbagai cara orang lantas berusaha mengaitkan hari khusus ini dengan ungkapan kasih sayang entah pada sang kekasih atau pada teman dan keluarga. Tanpa di sadari, di balik hari spesial ini sebenarnya ada satu beban yang dirasakan orang-orang saat tanggal 14 Februari makin mendekat.

Saat tanggal 14 Februari makin dekat, orang-orang pun mulai mempersiapkan diri untuk membuat hari ini jadi spesial. Mereka tak ingin hari yang satu ini terlewatkan begitu saja seperti hari-hari biasa dan saat waktu mulai semakin pendek maka beban yang ada di pundak pun terasa semakin berat. Paling tidak itulah yang dialami para penghuni kota Los Angeles yang digambarkan dalam film ini.

Ada seorang serdadu yang sengaja mengambil cuti untuk pulang dari tugasnya di Irak sementara di saat yang sama Holden Bristow (Bradley Cooper) juga bersiap untuk merayakan hari Valentine dengan pasangan gay-nya. Reed Bennett (Ashton Kutcher) di sisi lain ingin memanfaatkan hari spesial ini untuk melamar kekasihnya, Morley Clarkson (Jessica Alba), namun ia akhirnya menyadari bahwa sebenarnya Julia Berlison (Jennifer Garner) adalah wanita yang dicintainya selama ini.

Estelle (Shirley MacLaine), setelah lama menyimpan rahasia, akhirnya memutuskan untuk menceritakan pada suaminya bahwa bertahun-tahun yang lalu ia sempat berselingkuh sementara Kara Yakksi (Jessica Biel) hingga hari Valentine semakin dekat tak juga bisa menemukan teman kencan.

Ada dua hal menarik dari film berjudul VALENTINE’S DAY ini. Pertama, karena judulnya begitu spesifik, apakah film ini masih relevan setelah tanggal 14 Februari nanti? Kedua, karena begitu banyak bintang yang dipasang pada film ini, apakah artinya produksi film lain harus berhenti karena nyaris semua bintang harus syuting film ini? Terlepas dari itu, film ini ternyata tak memberikan apapun selain deretan nama-nama besar yang jadi pendukungnya.

Terlalu banyak plot dalam film ini. Film dengan konsep seperti ini memang menarik. Lihat saja CRASH kalau tidak percaya. Masalahnya untuk meramu begitu banyak cerita dengan tokohnya masing-masing bukanlah pekerjaan mudah. Sedikit saja gagal maka risikonya jadi sangat besar. Kalau naskah tidak cukup kuat dan screen time karakter ini tak cukup lama maka tokoh itu tak akan jadi karakter yang memiliki dimensi utuh.

Benang merah di antara masing-masing karakter dan masing-masing plot ini juga harus cukup kuat sehingga ada satu kesatuan cerita dengan pesan yang ingin disampaikan sang sutradara. Kalau tidak maka ide itu tak akan pernah tersampaikan. Akan lebih efektif rasanya jika memecah film ini menjadi beberapa film komedi romantis dan bisa jadi hasilnya malah akan lebih bagus.

Source: KapanLagi.com

Leave a Reply

%d bloggers like this: