The Proposal

the-proposalMargaret Tate (Sandra Bullock) adalah tipe wanita ‘berkuasa’ yang tak segan-segan menindas para pria di kantor tempatnya bila hasil pekerjaan mereka tak sesuai dengan apa yang Margaret inginkan. Margaret tak pernah menyadari bahwa cepat atau lambat ia pasti ‘memerlukan’ bantuan anak buahnya.

Suatu hari, Margaret menghadapi masalah dengan petugas imigrasi dan wanita yang bekerja sebagai editor buku ini terancam dideportasi kembali ke Canada. Terlanjur menikmati kehidupannya di Amerika dan tak ingin karirnya berantakan, Margaret lalu mengaku bahwa ia akan menikah dengan Andrew Paxton (Ryan Reynolds), salah seorang anak buahnya.

‘Pasangan mendadak’ ini pun lantas berpura-pura bahwa mereka akan segera melangsungkan pernikahan dan memutuskan untuk berlibur di rumah Andrew agar semua tipu daya itu terlihat meyakinkan. Awalnya Andrew merasa keberatan namun karena Margaret memaksa, mau tak mau Andrew setuju meski ia juga mengajukan beberapa syarat untuk bantuannya itu.

Semuanya berjalan lancar sesuai dengan skenario Margaret. Keluarga Andrew sepertinya tak keberatan Andrew menikah dengan Margaret. Celakanya, di saat seharusnya mereka menikah, kesadaran dalam diri Margaret membuatnya memutuskan untuk membatalkan semua rencana gila itu.

Sebenarnya, dari sebuah ide kecil yang tak masuk akal sekalipun, seorang sutradara yang baik akan bisa membuat sebuah kisah menarik yang menghibur sekaligus bisa menjadi cermin buat para penonton. Untuk film berjudul THE PROPOSAL ini, Anne Fletcher, sang sutradara mencoba mengangkat tema standar yang banyak ditemukan pada film-film komedi romantis dan menjadikannya sebuah tontonan berdurasi 108 menit yang cukup menghibur.

Tak ada hal baru dalam film ini. Ide yang sama juga ditawarkan film A WALK IN THE CLOUDS yang mengangkat tema dasar ‘pura-pura menikah’ atau mungkin lebih tepat disebut ‘pura-pura jadi sungguhan’. Sebenarnya itu sah-sah saja asal tak terjebak pada suguhan akhir yang juga terasa klasik. Soal yang satu ini, Anne banyak terbantu oleh dua pemeran utamanya yang cukup mumpuni. Sandra Bullock cukup efektif memerankan seorang wanita bertangan besi sementara Ryan Reynolds pun cukup meyakinkan tampil sebagai pria lugu yang tertindas.

Ini cukup mampu membuat THE PROPOSAL ini jadi suguhan yang menarik karena dengan pola standar, penonton pasti sudah tahu bagaimana akhir kisah, jadi tak ada gunanya membuat alur cerita jadi berbelit-belit yang akhirnya malah merusak kenikmatan menonton film ini. Sayangnya, naskah sepertinya kurang mampu membuat seluruh porsi jadi cukup meyakinkan. Buktinya di akhir cerita, ada kesan bahwa cerita jadi terburu-buru mengejar ending.

Bila sebelumnya Bullock dan Reynolds sudah tampil maksimal, saat mendekati ending justru mereka seolah tak mampu menghasilkan penampilan yang memuaskan. Karena naskah memang tak memungkinkan, chemistry yang semula sudah terbangun jadi berantakan. Tak ada cukup momen untuk membalikkan hubungan antara Bullock dan Reynolds sehingga akhir cerita malah terasa sedikit hambar.

Source: Kapanlagi

Leave a Reply

%d bloggers like this: