Coffee shop di kota New York larang membuka notebook

Dampak krisis ekonomi atau menganggu para pengunjung lain.

Sebuah kedai minum Naidre di Brooklyn kota New York memberikan larangan pengunjung mengunakan notebook.
Banyak toko memberikan layanan internet untuk pengunjung secara bebas. Tetapi sejak musim semi 2008, si pemilik kedai kopi mulai memberikan batasan untuk tidak mengunakan koneksi WIFI di setiap pertengahan bulan.
Kecuali tamu yang datang mengunakan dengan fasilitas yang mereka bawa sendiri.

Berbeda dengan toko di San Francisco. Pemilik toko meminta penguna notebook mau berbagi tempat ketika toko sedang ramai.
Ada juga toko lain yang memberlakukan aturan lebih lama. Seperti kedai Cacao Bar di kota New York juga, sudah memberlakukan aturan selama 5 tahun lalu. Dan tidak mengijinkan tamu datang mengunakan notebook setelah jam 8 malam disetiap hari Jumat dan Sabtu. Atau toko Espreso 77 di Queens akan mengunci sumber 3 dari 5 sumber listrik yang bisa digunakan para tamu sejak 6 bulan lalu. Atau toko Grumpy Cafe bahkan melarang para tamu mengunakan notebook sekalipun di dalam toko mereka

Toko besar lain seperti Starbuck dan Border memang tidak secara langsung melarang para tamu membawa notebook. Tetapi akan dikenakan charge bila diperlukan

Kondisi krisis ekonomi membuat biaya toko menjadi beban pemilik toko. Seperti listrik yang digunakan para tamu serta target penjualan yang menurun. Mereka mengatakan, terkadang tamu datang hanya membeli makanan atau minuman kecil. Lalu duduk berjam jam bermain internet.

Source: Obengware.com

Leave a Reply

%d bloggers like this: