The International

film20591Kematian rekan kerjanya ketika menjalankan tugas membuat Louis Salinger (Clive Owen), seorang petugas interpol, menjadi terobsesi menuntaskan sebuah kasus besar yang melibatkan sebuah institusi keuangan terbesar di dunia. Louis bahkan tak sadar bahwa apa yang ia lakukan tak akan banyak berarti karena institusi besar itu sudah punya jaringan yang kokoh di seluruh dunia. Louis yakin bahwa International Bank of Business and Credit (IBBC) memiliki kaitan dengan serangkaian kejahatan yang terjadi di seluruh dunia. Ia menduga bank yang berbasis di Luxembourg ini terlibat perdagangan senjata, money laundering, dan berkuasa menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin di sebuah negara. Dengan bantuan seorang jaksa New York bernama Eleanor Whitman (Naomi Watts), Louis mulai menelusuri jejak kejahatan IBBC ini.

Petualangan ini membawa Louis berkeliling dunia mulai dari New York, Jerman, Perancis hingga Italia hanya untuk memburu Wilhelm Wexler (Armin Mueller-Stahl), CEO IBBC, yang bertanggung jawab atas seluruh operasi ilegal bank ini sekaligus yang menjadi penyebab kematian rekan kerja Louis. Mampukah, dua orang petugas hukum ini merobohkan sebuah organisasi yang sudah berakar kuat di seluruh dunia?

THE INTERNATIONAL ini bisa disebut sebagai ‘sisi lain’ dari thriller dari Bourne atau Bond. Banyak adegan baku tembak dan kejar-kejaran dengan backdrop kota-kota terkenal di seluruh dunia namun dengan sosok hero yang lebih ‘manusia’. Artinya, Tom Tykwer, sang sutradara, tak membuat tokoh utama ini menjadi seorang ‘manusia super’ yang sanggup berbuat apa saja namun lebih sebagai seorang manusia yang berusaha keras mewujudkan apa yang diyakininya.

Pengambilan gambar bisa dibilang sempurna karena ada kesan ‘melelahkan’ yang terwakili dari trik kamera untuk menggambarkan perburuan mengelilingi dunia ini. Suguhan backdrop beberapa lokasi penting seperti Guggenheim Museum di New York juga digunakan dengan efektif dan tak ada kesan seolah lokasi-lokasi ini hanya sebuah tempelan dalam keseluruhan jalinan cerita.

Sayangnya kisah indah itu harus berakhir di sini karena ada beberapa celah dari sisi penulisan naskah. Karakter beberapa tokoh utama seolah tak cukup mendapat pengembangan sehingga tak mampu menarik simpati para penonton. Akhirnya kesan yang muncul adalah: mereka ada dan bergerak sesuai kebutuhan naskah dan bukannya menjadi satu dalam naskah. Mungkin ide cerita ini terlalu besar untuk dikemas dalam format film berdurasi kurang dari dua jam.

Karena naskah yang tak memadai, maka mau tak mau memang yang jadi korban adalah Clive Owen dan Naomi Watts. Mereka tak mampu berbuat banyak untuk membuat tokoh yang mereka perankan menjadi sosok yang nyata. Namun dengan segala batasan itu, aktor dan aktris ini masih mampu berakting dengan cukup baik.

Leave a Reply

%d bloggers like this: