Monthly Archives: March 2009

New Speedtest.net Face…

new-speedtest-netPagi ini saya membuka forum CHIP, dan melihat thread mengenai speedtest.net, rupa nya tampilannya sudah berubah… dan membuat saya tertarik membuka websitenya tersebut… wih emank berubah loh hari ini.. padahal tadi malam masih dengan gaya yang lama….. desainnya cukup unik, dan sekarang tidak dalam satuan kbps, tapi mbps… uda naek pangkat nich…

Pra Touring CODEC ke Cibodas

Pra Touring CODEC ke CibodasAkhir nya saya bisa menyempatkan diri untuk menulis mengenai perjalanan saya mengikuti Pra Touring CODEC ke Cibodas. Tanggal 14 Maret 2009, jam 22.00 kami berkumpul di SPBU Tanjung barat yang ada Dunkinnya… disana kita ngobrol-ngobrol dan sambil menunggu hingga semua nya hadir…. kami berangkat pada jam 00.40… perjalanan di mulai melalui tanjung barat…. lenteng agung… depok…. lalu mengikuti jalur

Pra Touring CODEC ke Cibodaspada saat saya pernah ke cibodas waktu itu… tapi sayang sekali, setelah hujan beberapa bulan, jalanan yang waktu itu kita lalui dengan mulus.. sekarang berubah menjadi berlubang-lubang… dan membuat saya dan pengendara lain tidak begitu enjoy melalui jalanan tersebut. Pada awal nya perjalanan terasa sangat lambat, mungkin karena konvoi nya cukup banyak… dan akhir nya kita dapat berjalan agak cepat pada saat memasuki kota bogor hingga ciawi……

Pra Touring CODEC ke CibodasPerjalanan mulai terasa lambat lagi pada saat kita menajak di cisarua…. wih… motor saya sudah meraung-raung deh….. saat memasuki puncak pass dan turun… rupa nya rem belakang saya tidak gigit sama sekali… dan membuat laju motor saya semakin cepat dan itu turunan! wow… dan saya pun injek-injek terus.. dan berhasil meng-gigit kembali rem nya… wah dag dig dug juga sich….

Pra Touring CODEC ke CibodasSetiba nya di cibodas, kami langsung memesan makanan dan minuman… kita banyak ngobrol dan akhir nya kita mulai ngantuk satu per satu…. rupa nya pada saat itu adalah hari ulang tahun dari salah satu rekan codec… yaitu angga…. temen-temen akhir nya ngerjain angga termasuk saya dengan cara menyiram dengan air biasa… wih.. terasa banget deh dinginnya meskipun air aqua biasa….

Pra Touring CODEC ke CibodasSetelah mulai subuh, kami pun beranjak pulang dan melalui sentul… gunung putri, cibubur….. yang saya kurang puas dengan kondisi jalan yang cukup ancur-ancuran pada saat pergi dan pulang.. mudah2an pada saat ke sukabumi, jalanan tidak seperti itu…. o iya.. perjalanan kali ini berakhir di Cibubur yaitu di komplek Citra Gran.. disana kami sarapan bersama dan akhir nya bubar….

Telkomsel Flash di Lenteng Agung

Hari ini saya terpaksa menggunakan telkomsel flash lagi dengan sim card pinjeman…. saya menggunakan ini karena ada presentasi yang mengharuskan saya menggunakan koneksi internet… sayang sekali smart jump saya signal nya sangat lemah, dan mentari time based tidak terlalu stabil….. bila di lihat dari hasil nya.. koneksi ini biasa-biasa saja dan bisa saya bilang parah…….

Smart JUMP di Pasar Minggu

Kembali saya melakukan testing koneksi di wilayah pasar minggu, jakarta selatan. Mungkin Anda bertanya-tanya kenapa saya terlalu sering melakukan testing koneksi di beberapa lokasi yang sering saya datangi ?? mungkin ini bisa menjadi kesimpulan temen-temen sekalian untuk menilai kestabilan dan kualitas dari koneksi ini sendiri… mudah2an ini bertahan cukup lama dan selalu jos… tidak seperti koneksi lain yg semakin lama semakin parah.

Smart JUMP di Radio Dalam

Hari jumat sore saya berkesempatan mencoba Smart JUMP di jalan Radio Dalam, signal yang didapat lumayan bagus alias 4-5 bar….. koneksi regional asia cukup baik.. tapi internasional alias usa, gak gitu bagus….. tapi gpp.. yang penting lancar jaya diatas 512kbps… hehehehe…. ada temen-temen yg mencoba Smart JUMP di lokasi yang sama ? silahkan berkomentar…. ataupun yang mempunyai kendala koneksi ini pada lokasi ini, silahkan berdiskusi…

The Strangers

The StrangersKristen McCay (Liv Tyler) dan James Hoyt (Scott Speedman) mungkin tak mengira bakal mengalami malam yang benar-benar tak akan mereka lupakan seumur hidup mereka ini. Kedua pasangan muda ini harus bertahan hidup dalam ancaman 3 orang bertopeng yang tidak mereka kenal.

Sepulang dari menghadiri pernikahan seorang teman, Kristen dan James berencana menghabiskan liburan mereka di sebuah rumah peristirahatan yang terpencil dari kota. Mereka berharap mendapat ketenangan di rumah peristirahatan itu.

Sayangnya harapan mereka berubah menjadi mimpi buruk saat 3 orang bertopeng menyekap mereka berdua dalam rumah yang terletak jauh dari kota itu. Tidak ada harapan selamat buat mereka berdua karena kemungkinan akan datangnya pertolongan sangat tipis sekali.

Rumah memang biasanya ‘diterjemahkan’ sebagai sebuah tempat yang aman dan tenteram, dan itulah yang sering kali menjadi bahan mentah bagi para sutradara film horor dan thriller. Menjadikan rumah sebagai tempat yang menakutkan memang cukup efektif untuk memberikan teror psikis buat para penonton. Dan film berjudul THE STRANGERS ini adalah salah satu dari film yang menggunakan trik yang sama.

Banyak yang berspekulasi bahwa film tegang garapan sutradara Bryan Bertino ini diilhami oleh kisah nyata yang dikenal dengan Pembunuhan Manson. Karena sedikit masalah, film yang telah selesai shooting di tahun 2007 ini akhirnya baru diedarkan Rogue Pictures akhir Mei 2008 lalu.

Kalau dilihat, sebenarnya, tak ada yang baru dari film ini. Selama lima puluh tahun terakhir banyak film thriller yang juga mengusung tema yang sama meski tentu saja tak sama persis. Bila Anda sudah melihat film FUNNY GAMES yang mulai diedarkan Maret 2008 lalu, Anda pasti akan melihat banyak kesamaan antara film tersebut dengan THE STRANGERS ini.

Sayang ide yang sebenarnya sudah cukup kuat ini tak diimbangi dengan casting yang sepadan. Liv Tyler dan Scott Speedman tak mampu menampilkan sebuah performa yang cukup meyakinkan. Celakanya lagi, naskah tak memberi peluang mereka untuk menggali karakter lebih dalam dan hasilnya, tak cukup kuat untuk membuat penonton merasa iba pada kedua tokoh utama ini. Padahal salah satu kunci sukses film dari jenis seperti ini adalah saat penonton merasa terhanyut dan merasa kasihan dengan sang tokoh protagonis.

Sebenarnya dari sisi pengambilan gambar, film ini cukup memadai. Penggunaan kamera camcorder untuk menyimulasikan pandangan dari sudut pandang pemain memang cukup efektif menyuntikkan rasa ngeri pada penonton. Trik ini memang memberikan efek penonton seolah terlibat dalam film yang mereka tonton. Tapi, dalam film ini, itu tak cukup untuk memberi efek suspense karena sang sutradara memutuskan untuk banyak menyorot ‘gerakan’ para peneror yang dampaknya jadi menghilangkan kejutan yang seharusnya ada.

Tapi bila mengingat bahwa ini adalah film pertama buatan Bryan Bertino, dan kenyataan bahwa ia tak masih cukup muda maka semua kesalahan itu agaknya masih bisa dimaklumi.

Smart JUMP di Kemang

hari ini saya sempat bermain-main Smart JUMP di daerah Kemang tepat nya di McD kemang. Koneksi yang saya dapat sebener nya hampir mirip2 saja…. indonesia sekitar 1mbps, spore 2mbps, dan usa dibawah 1mbps…. benar-benar sangat disayangkan, usa nya cukup kecil saat ini… saya kurang tau apa memang cuma ke dallas saja atau keseluruhan server usa. tapi ampe saat ini saya masih puas dengan koneksi mobile ini….

Valkyrie

ValkyrieKamis lalu saya nonton Valkyrie di Margo City Depok, rupa nya film ini sangat bagus banget… recomended buat temen2 yg belum nonton deh…. jalan cerita nya bagus dan membuat semua penonton terhanyut mengikuti alur cerita yang begitu menegangkan…. mari kita ikuti resensi film Valkyrie ini….

Dalam pertempuran di Tunisia, Kolonel Claus von Stauffenberg (Tom Cruise) menderita luka parah dan mengharuskannya pulang ke markas Nazi di Jerman. Stauffenberg mungkin tak pernah menyangka bahwa kepulangannya ke Jerman ini justru membawanya ke sebuah rencana kudeta yang tak pernah ia bayangkan.

Stauffenberg kemudian direkrut oleh Jenderal Olbricht (BillNighy) yang sebelumnya sudah merencanakan pembunuhan atas pemimpin Nazi, Adolf Hitler (David Bamber) namun gagal. Kelompok yang menyebut diri mereka German Resistance ini beranggotakan banyak petinggi Nazi yang tak sepaham dengan Hitler dan berencana menghabisi riwayat Hitler sebelum ia membuat kerusakan lebih besar dan membahayakan Jerman.

Kelompok ini sadar bahwa membunuh Hitler tidaklah mudah. Perlu rencana yang matang dan keberanian tinggi untuk mengeksekusi rencana ini. Akhirnya sekelompok petinggi Nazi ini menemukan cara untuk menghabisi Hitler sekaligus menghentikan langkah tentara SS yang sepenuhnya patuh pada Hitler. Mereka bermaksud menggunakan operasi Valkyrie yang dirancang Hitler untuk menghadapi kemungkinan terjadinya kudeta.

Namun tetap saja itu bukanlah sebuah langkah yang mudah karena Stauffenberg harus berada benar-benar dekat dengan Hitler untuk bisa memastikan bahwa target ini berhasil dieksekusi. Film hasil arahan sutradara Bryan Singer ini dibuat berdasar fakta sejarah. Meski di sana-sini masih terjadi sedikit modifikasi, namun secara umum film ini termasuk taat pada kenyataan sejarah.

Cara penyajian film ini pun cukup menarik. Sang sutradara mampu memadu scene demi scene dengan timing yang baik untuk menghasilkan sebuah tontonan thriller sejarah yang menarik. Ini agak sulit karena, bila Anda termasuk orang yang suka membaca cerita sejarah, Anda pasti tahu akhir dari film ini.

Namun tentu saja itu tak lepas juga dari performa akting para bintang pendukungnya. Satu yang cukup menarik justru adalah Tom Cruise. Kalau biasanya aktor ini bermain sebagai tokoh sentral yang mendominasi seluruh film, di sini justru peran utama yang dipegang Cruise terasa lebih ‘membaur’ dengan tokoh-tokoh lain. Malah bisa dibilang peran Cruise dalam film ini tergolong low profile.

Tiap-tiap detail dalam film ini terlihat sangat meyakinkan dan mungkin telah didasari riset panjang sebelum akhirnya dituangkan sebagai sebuah naskah film. Namun meskipun terkesan seperti film dokumenter, namun ada drama di mana sang tokoh utama akhirnya mengalami kehancuran akibat langkah salah yang ia ambil sendiri. Dan inilah yang membuatnya jadi sebuah film berdasar fakta sejarah yang berbeda dari film-film lain yang sejenis. Kalaupun ada yang cukup mengganggu mungkin hanyalah kurang kuatnya motif para pelaku makar ini hingga mereka sanggup melakukan rencana yang sedemikian besarnya.

Smart JUMP di Margo City, Depok

Saat ini saya sedang berada di Starbucks Coffee, Margo City Depok…. seperti janji saya, saya akan mencoba koneksi ini di mana2…. biar blog ini menjadi tempat buat temen-temen yg ingin mengetahui performa berbagai koneksi…. saya sekarang mendapat signal 4-5 bar EVDO, dan waw… koneksi nya ok banget dah… hehehe…. hampir mirip2 dengan di pasar minggu…. ini tempat kedua untuk koneksi smart jump terbaik…. ada yg uda pernah coba kesini ?

Smart JUMP di Jl. Gatot Subroto

Puas mencoba koneksi internal kantor tersebut, berhubung lokasi baru buat mencoba smart jump, saya keluarin dan mencoba bentar.. rupa nya signal yang didapat gak begitu bagus… yaitu signal 1-2bar EVDO, krn saya mencoba nya didalam gedungnya…. tapi saya rasa, meskipun dapat signal 1-2 bar EVDO, koneksi masih cukup bagus dan mungkin koneksi dari smart jump itu benar-benar rentan ama nama nya signal…. jelek dikit yah akan membuat jelek performa koneksi nya….