In The Name Of Love

In The Name Of LoveBarusan saja saya selesai nonton film yang saya download dari internet ini, pertama sich agak kecewa dengan kualitas gambar nya yg seperti film dulu, dan terlalu banyak jeda kosong tanpa kata-kata dan aksi dari pemerannya…. jadi bisa dibilang, film ini cukup membosankan buat saya… tapi mengikuti alur cerita nya, menurut saya film ini tidak terlalu berat, tetapi butuh kesabaran mengikuti film ini dari awal hingga habis…… soundtrack nya saya cukup suka lagunya, krn saya tertarik dengan suara penyanyi dan lirik yang cukup bermakna…. ok tanpa berpanjang lebar, kita masuk ke dalam resensi film In The Name Of Love ini…

Film garapan Rudi Soedjarwo ini bercerita tentang kisah cinta yang melibatkan dua generasi. Satrio Hidayat (muda: Ario Bayu, tua: Cok Simbara) sangat mencintai Citra Mustafa (muda: Marsha Timothy, tua: Christine Hakim). Kisah cinta mereka pun berakhir karena Satrio yang merasa belum mapan tak kunjung melamar Citra.

Citra pun menikah dengan Triawan Negara (muda: Lucky Hakim, tua: Roy Marten). Pernikahan ini ternyata mengubah rasa cinta Satrio menjadi benci.

Waktu berlalu serta kesuksesan yang mereka raih tak mampu menghapus kebencian yang meliputi dua keluarga. Hingga pada suatu titik, kebencian itu meledak menjadi saling menjatuhkan satu sama lain di depan publik. Sejak itu kebencian menjadi abadi dan diwariskan pada anak-anak mereka.

Pernikahan Satrio dengan Kartika (Tutie Kirana) dikaruniai tiga anak lelaki, Aryan (Lukman Sardi), Aditya (Tengku Firmansyah), dan Abimanyu (Vino G Bastian). Sementara, Triawan dan Citra memiliki lima anak, yaitu Rianti (Luna Maya), Panji (Yama Carlos), Banyu (Nino Fernandez), Saskia (Acha Septriasa), dan Dirga (Panji Rahadi).

Takdir berkata lain, Saskia dan Abimanyu saling jatuh cinta. Saskia, yang menjadi junior Abimanyu di kampus, menjalani hubungan yang mereka sadari tidak akan disetujui oleh keluarga mereka. Namun demi cinta, mereka berjuang di tengah permusuhan dan carut marut keluarga mereka. Mereka pun tinggalkan keluarga demi cinta itu.

Perseteruan pun meningkat karena kenekatan mereka. Kedua keluarga pun saling buru, sementara dalam keluarga mereka masing-masing pun masalah tak pernah berhenti menghampiri.

Abimanyu dan Saskia pun bertahan, hingga satu per satu kebencian itu luruh melihat perjuangan mereka.

Abimanyu dan Saskia yang masih sama-sama muda, namun ternyata bisa mengajarkan satu hal kepada keluarga mereka, bahwa cinta harus diperjuangkan… sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh orang tua mereka.

Leave a Reply

%d bloggers like this: