Twilight

TwilightSetelah bercape-cape dan bersenang-senang ria di malam tahun baru… hari ini saya kebagian buat jaga toko deh.. dan pada siang hari saya sempat pergi ke citos buat nonton film ini….. yg katanya seru banget dan rame banget…. di citos film ini diputar di studio 1 yang besar. mmm film ini berdurasi sepanjang 120 menit pas…. dan memang cukup panjang cerita nya… tapi menurut saya bagus juga koq film ini.. recomend buat temen2 yg belum nonton dan pengen nonton…. ok kita ikuti resensi dari film twilight ini…

Bella Swan (Kristen Stewart) memang gadis yang ‘berbeda’. Ia tak pernah merasa cocok dengan teman-temannya di Phoenix High School. Saat ibunya menikah lagi dan Bella memutuskan untuk tinggal bersama ayahnya di kota kecil Forks, ia tak berharap akan ada perubahan banyak.

Tapi pertemuannya dengan Edward Cullen (Robert Pattinson) yang misterius membuat hidup Bella berubah. Edward tak sama dengan pria-pria lain yang pernah ditemui Bella. Pesona Edward membuat Bella akhirnya jatuh cinta pada pria misterius ini.

Edward memang beda. Ia pandai dan lucu. Ia dapat berlari lebih cepat dari singa gunung. Ia dapat menghentikan mobil berjalan hanya dengan tangan kosong. Dan ia tak pernah bertambah tua sejak 1918. Ia adalah vampir.Tapi Edward dan keluarganya juga berbeda dari vampir lain yang memangsa manusia.

Buat Edward, Bella adalah wanita yang telah ia tunggu-tunggu selama 90 tahun. Namun hubungan asmara ini harus menghadapi masalah saat James (Cam Gigandet), Laurent (Edi Gathegi), dan Victoria (Rachel Lefevre) datang ke kota kecil Forks. Mereka adalah vampir-vampir yang tak segan membantai seisi kota untuk memuaskan hasrat mereka.

Satu lagi film bertema vampir yang dilepas Hollywood. Sutradara Catherine Hardwicke mengambil naskah film ini dari sebuah novel laris karya Stephenie Meyer dengan judul yang sama. Sebenarnya, TWILIGHT ini adalah sebuah film drama romantis yang dilepas untuk konsumsi remaja. Kisah tentang vampir sebenarnya hanyalah bumbu penyedap untuk membuat film ini berkesan beda dari kebanyakan film drama percintaan remaja.

Dan seperti kebanyakan film drama remaja, film ini juga mengusung tema yang sangat sederhana. Bahkan bisa dibilang bahwa tak banyak yang diceritakan film ini selain hubungan asmara antara Bella dan Edward. Kisah tentang vampir di sini sebenarnya tak terlalu punya kaitan yang cukup kuat dengan kisah utama ini. Cerita tentang vampir ini hanya dibuat untuk membuat kisah ini jadi lebih panjang karena konflik antara Bella dan Edward pun sebenarnya tak terlalu banyak.

Dilihat dari sisi penyutradaraan, film ini juga tak bisa dibilang memuaskan. Beberapa adegan terasa sangat panjang tanpa jelas tujuan sebenarnya sementara di sisi lain, banyak karakter yang tak digarap dengan baik sehingga keberadaannya terasa hanya sekedar tempelan saja.

Untuk disebut sebuah kisah asmara yang romantis pun agaknya kurang tepat karena jalinan emosi antara Bella dan Edward juga terasa sangat tipis. Banyak dialog yang terasa janggal dan tak alami sehingga sangat mengganggu kredibilitas jalan cerita secara keseluruhan.

Usaha untuk mendefinisikan ulang vampir pun membuat film ini jadi terasa aneh. Misalnya saja dalam film ini digambarkan kaum vampir ini tak lagi bisa dibunuh dengan cara menikam jantungnya atau membakarnya dengan sinar matahari. Mereka juga tak lagi takut dengan benda-benda suci seperti kayu salib atau air suci. Pendefinisian ulang ini jadi membuat film ini makin sulit dipercaya.

Secara keseluruhan, sebenarnya yang cukup membantu memberi nilai lebih pada film ini hanyalah akting Kristen Stewart yang memerankan Bella. Meski tak akan meraih piala Oscar, namun Kristen cukup mampu menghidupkan karakter Bella sebagai gadis kota besar yang baru saja pindah ke daerah pinggiran.

Terlepas dari bagus atau tidak, nyatanya film ini berhasil masuk jajaran film-film box office dan meraup tak kurang dari US$ 129 juta dari biaya produksi yang diperkirakan hanya sekitar US$ 37 juta saja.

2 Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: