Basahhh…

Duh.. agak ketinggalan nich saya nonton film ini…. berhubung saya lagi sibuk pindahan.. jadi yah mau gak mau curi2 waktu buat pergi nonton πŸ˜€ hehehe…. Btw, secara keseluruhan film ini sebener nya bagus koq… banyak hal edukasi seks yang disampaikan…. cocok banget buat anak SMP dan SMU yang nonton…. kalo SD spt nya ketinggian film ini πŸ˜€ hehehe…. o iya.. 1 hal yang saya mo komentar… sayang sekali nich kualitas dari gambar film ini agak kurang…. sampe skrg saya masih terkagum2 dengan kualitas gambar yang dibuat oleh Maxima Pictures…. habisnya pas awal sebelum film dimulai ada iklan film tulalit… yang akan beredar sebentar lagi… nah film tsb dibuat oleh maxima pictures… beda banget kualitas gambar nya… bersih dan bening….. toh sama2 film layar lebar koq bisa beda gitu yah.. padahal format nya sama… sama2 pakai pita… bukan digital… ok.. balik ke film ini… saya agak kecewa dengan sound track film ini….. karena lagu dari Aura kasih yang berjudul Mari bercinta itu di ulang2 lebih dari 3 kali!! wew… gimana gak bosen yah… tapi yah apa bener2 miskin sound track… jadi yah pake lagu itu terus menerus… memang sich… Aura Kasih juga ada di dalam film tersebut pada saat adegan di rumah bordir…. tapi saya rasa itu cukup berlebihan…….. ok… kita masuk ke resensi film nya…… Film yang awalnya akan diberi judul WET DREAM ini berkisah tentang pencarian jati diri para ABG menjelang masa pubertas. Sang produser mengklaim bahwa film ini sarat akan sex education.

Film ini berkisah tentang sekelompok remaja yang menamakan diri geng Macho, terdiri dari Dimas, Ojan, Didot dan Alvin. Di antara teman-teman segengnya, hanya Didot yang belum pernah mendapat mimpi basah. Hal itu dianggap oleh teman-temannya sebagai masalah, karena Didot sering ga nyambung saat diajak ngobrol tentang cewek. Dimas, Ojan dan Alvin menduga ada sesuatu yang tidak beres dengan sahabat mereka. Dari hasil analisa, mereka pun menarik kesimpulan bahwa semua itu terjadi karena Didot belum pernah mendapat mimpi basah. Petualangan dimulai untuk ‘menyembuhkan’ Didot. Saat awal pencarian titik kedewasaan itu, mereka berseteru dengan geng Imut. Didot mengidolakan salah satu anggotanya yang memakai jilbab, Annissa (Yuki Kato). Sayang, teman-teman Didot tak sepakat, mereka lebih tertarik pada geng Seksi, pelatih voli pantai geng Imut yang beranggotakan empat cewek bohai.

Petualangan mereka untuk membantu Didot tak hanya dengan menggoda geng Seksi, tapi juga mengintip ibu-ibu yang sedang senam. Mereka pun sempat nyasar ke tempat hiburan kaum bencong, bahkan memasuki tempat khusus wanita penghibur yang dikelola Mama Mia (Ivan Gunawan). Inti nya…. banyak hal edukasi seks yang disampaikan oleh film ini…. tidak hanya 1 pesan.. tapi banyak! πŸ™‚ jadi buat yang penasaran.. silahkan nonton film ini πŸ™‚

8 Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: