Tali Pocong Perawan

Film ini berkisah tentang kisah cinta segitiga yang melibatkan dua kakak beradik, Nino (Ramon Y. Tungka) dan Aldo (Ibnu Jamil). Nino adalah pemuda yang tidak suka bergaul. Dia lebih suka mengurung diri di kamar dan surfing di internet. Sifatnya sangat berbeda dengan saudaranya Aldo. Aldo sangat modis dan supel. Tak heran, Aldo begitu mudah menggaet gadis yang diinginkannya. Tak dinyana, Nino yang aneh ternyata juga menyukai Virnie (Dewi Persik), kekasih Aldo. Bahkan Nino kerap mengintip Aldo dan Virnie saat mereka pacaran di rumah. Sampai akhirnya Nino berniat merebut Virnie dari saudara kandungnya sendiri. Nino mendapat ide saat menemukan teori tali pocong perawan melalui surfing di internet. Tali tersebut memiliki kekuatan untuk menarik hati seorang wanita. Cara mendapatkannya pun tak biasa karena harus menggali kubur sang perawan yang meninggal tidak sampai 40 hari dengan tangan. Lalu mengambil tali kain kafan dengan mulut.

Nino berhasil mendapatkan tali pocong perawan dari mayat gadis bernama Dinda. Setelah Nino memasukkan air perasan tali pocong ke minuman Virni, ternyata Virni tidak berubah mencintai Nino. Merasa kesal karena tali pocong itu tak memberi reaksi, Nino membakarnya. Tapi keputusan itu berbuah derita bagi Nino. Dia diteror sampai kemudian ditemukan tewas gantung diri. Tak berhenti sampai di situ, ternyata Aldo dan Virnie juga mendapat teror dari pocong. Benarkah tali pocong perawan tersebut tak ampuh? Siapa Dinda? Benarkah dia masih perawan? Kenapa tali pocongnya tak ampuh? Apa yang akan dilakukan Aldo dan Virnie untuk menghentikan teror tersebut? Meski ceritanya terbilang sederhana dan mudah ditebak, serta penggarapan horor yang apa adanya, namun film ini benar-benar menonjolkan ke’seksi’an Dewi Persik yang hampir selalu memakai baju “apa adanya”. Tak lupa pula ada adegan-adegan ‘hot’ antara Dewi Persik dan Ibnu Jamil.

Leave a Reply

%d bloggers like this: