XL (Extra Large)

Ukuran alat kelamin pria sering kali jadi hal yang sensitif dan dikaitkan dengan kejantanan. Nama Mak Erot pun kondang sebagai penyedia jasa peningkat ‘kejantanan’ pria tersebut. Fenomena ini ditangkap oleh Starvision dan mengangkatnya dalam film berjudul XL (EXTRA LARGE): ANTARA AKU, KAU, DAN MAK EROT. Dari judulnya bisa ditebak bahwa film ini akan mengarah ke komedi dewasa (baca: berbau seks). Film ini juga seakan menegaskan arah genre dunia perfilman Indonesia saat ini, setelah sebelumnya ada QUIKIE EXPRESS dan KAWIN KONTRAK . Jamie Aditya, yang sebelumnya dikenal sebagai VJ MTV dan juri Indonesian Idol, didapuk sebagai pemeran utama pria dalam debut aktingnya. Jamie berperan sebagai Deni, pemuda 25 tahun yang lugu dan ‘lurus–lurus’ saja. Kehidupan Deni yang lurus tiba-tiba berubah setelah orang tuanya menjodohkan Deni dengan Vicky (Dewi Sandra). Vicky adalah gadis terpelajar, berasal dari keluarga kaya, dan yang terutama, Vicky cantik luar biasa sekaligus hypersex. Tak pelak perjodohan itu malah membuat Deni stress. Pertama, Deni sama sekali belum punya pengalaman di bidang seks, alias masih ‘perjaka’. Dan kedua, Deni memiliki ukuran alat kelaminnya yang tergolong sangat minim. ‘Tekanan’ untuk menjadi suami idaman bagi Vicky membawa Deni curhat pada dua sahabatnya sejak SMA, Stefan (Erron Lebang) dan Juno (Alex Abbad). Stefan adalah seorang playboy petualang sedangkan Juno adalah anak dari seorang konglomerat yang mempunyai sifat manja serta gemar berjudi. Melihat temannya yang putus asa karena pernikahan tinggal sebulan lagi, Stefan dan Juno malah bertaruh. Juno bertaruh 1 miliar, kalau dalam satu bulan dirinya bisa menjadikan Deni sebagai ‘mesin seks’, menyaingi playboy sekaliber Stefan, sedang Stefan kebalikannya. Oleh Juno, Deni dibawa ke Mak Siat (Sarah Sechan), yang mengaku keturunan kesekian dari Mak Erot, dukun legendaris di kalangan kaum pria se-Indonesia yang kabarnya mampu memperpanjang ukuran alat kelamin. Tak hanya itu, untuk menguji keampuhan pengobatan yang baru dijalani Deni, Juno menyewa seorang pelacur selama sebulan untuk menjadi sparring partner Deni sekaligus dapat menjadi konsultan tentang ukuran alat kelamin Deni.

Disewalah Intan (Francine Roosenda Yachinta), pelacur muda yang cantik. Maka dimulailah ‘petualangan’ gila selama sebulan antara Deni dan Intan. Berbagai kejadian-kejadian aneh, kocak, mengharukan bergulir seiring dengan kenyataan yang disadari Deni bahwa kebahagiaan sejati bukan pada kesempurnaan fisik. Tapi pada kesempurnaan hati. Sama seperti kebaikan hati yang dirasakan Deni dari Intan .. sang pelacur yang di’nista’kan oleh masyarakat. Akhirnya dilema utama Deni menjelang sehari sebelum pernikahannya malah bukan masalah ukuran alat vital. Tapi masalah hatinya yang sudah tertambat pada Intan sang pelacur yang baik hati. Sedikit ada rasa kekecewaan saat harapan dapat melihat sosok Mak Erot yang legendaris, musnah. Sayangnya pula, ‘replika’ Mak Erot tak mampu menghadirkan kelucuan seperti yang diharapkan. Namun sosok Francine Roosenda cukup mampu membuat darah pria berdesir. Meski akting keseluruhan pemain bisa dibilang tak terlalu cemerlang. Seperti film-film komedi dewasa yang sebelumnya telah tayang, dibutuhkan pikiran kotor untuk menertawakan adegan-adegan yang berbau seks. Yang jelas orang dewasa harus bisa menjadi ‘dewasa’ dengan melarang anak-anak menonton film ini.

Leave a Reply

%d bloggers like this: